Bakauhenitiketonline

Pemberlakuan Tiket Online, Ribuan Kendaraan Terjebak Antrean di Pintu Bakauheni

( kata)
Pemberlakuan Tiket Online, Ribuan Kendaraan Terjebak Antrean di Pintu Bakauheni
Foto. Aan Kridalaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- PT ASDP Cabang Bakauheni melakukan pembatasan arus penyeberangan kendaraan dengan membuka satu loket penjualan tiket e-Tol di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni mulai Sabtu dini hari, 4 April 2020. Akibatnya, ribuan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten menggunakan kartu e-tol mengular panjang hingga mencapai 4 kilometer di ruas tol Bakauheni Selatan dan simpang Jalinsum-Jalinpantim pasar Bakauheni.

Stagnasi (penumpukan) kendaraan itu berangsur-angsur terurai saat arus kendaraan yang menyeberang mulai sepi menjelang siang. Kemacetan akibat kebijakan baru pembelian tiket secara online itu membuat petugas keamanan ASDP harus melayani perdebatan dengan para sopir.

Sejumlah awak armada angkutan barang mengaku belum mengetahui pemberlakuan tiket penyeberangan Bakauheni-Merak dibeli secara online. Sehingga pengguna jasa penyeberangan belum mengetahui cara membeli tiket online tersebut melalui android karena minim sosialisasi.

"Bahkan banyak juga sopir yang tidak memiliki android. Apalagi mengoperasikan android," kata Salman Hasibuan (43), salah satu sopir truk ekspedisi yang sedang melepas lelah di rumah makan Sino Ajo, jalinpantim kecamatan Ketapang, Lamsel kepada Lampost.co, Sabtu sore, 4 April 2020.

Untuk itu, ujar dia, mewakili sopir armada angkutan barang agar pihak ASDP menangguhkan kebijakan tersebut hingga mereka mengetahui bagaimana cara membeli tiket secara online.

"Banyak sopir yang gatek (gagap teknologi), sehingga tidak punya android. Untuk itu, kami mohon kebijakan ASDP ini ditangguhkan dulu agar tidak beresiko menyebabkan kemacetan panjang," pinta Salman.

Menanggapi ini, Humas PT ASDP cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap menjelaskan pembelian tiket secara online sebenarnya telah disosialisasikan kepada sopir armada angkutan barang ke pengurus jasa penyerangan yang tersebar di Bakauheni sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sejak 1 Maret lalu, pihak ASDP telah melakukan softlouncing pembelian tiket penyeberanngan secara online.

"Dengan melakukan penyempitan atau pembatasan pada loket e-tol ini, kami harap dari hari kehari ada progress atau peningkatan pembelian tiket secara online sampai dengan 1 Mei sudah berlaku 100 persen. Karena per 1 Mei, tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan," kata saiful sapaan Saifulahil Maslul Harahap kepada lampost.co.

Dengan penyempitan ini, harap Saiful, pengurus jasa penyeberangan atau pengguna jasa segera beralih membeli tiket secara online karna ini merupakan program pemerintah.

Menurutnya, pembelian tiket online bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan.

"Pembatasan pada loket tiket dengan e'tol akan berlangsung hingga tiket online diberlakukan penuh pada 1 Mei mendatang. Kami harap pengguna jasa menyadari era digitalisasi ini, " pungkasnya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar