#tppasn#asn#beritalampung

Tambahan Penghasilan ASN Tergantung Keuangan Daerah

( kata)
Tambahan Penghasilan ASN Tergantung Keuangan Daerah
Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto bersama jajaran. Triyadi Isworo/Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk aparatur sipil negara (ASN) pada 2021 untuk jabatan struktural, fungsional dan pelaksana.

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 5 Tahun 2021 tanggal 8 Februari 2021 tentang Besaran Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemprov Lampung. 

"Penghasilan yang tertera dalam Pergub merupakan angka tertinggi. Dimana nilai pembayaran sebenarnya akan berdasarkan penilaian kehadiran dan kinerja ASN. Ini akan dihitung dan dikontrol sesuai dengan keuangan anggaran daerah, jika tidak ada anggaran ya tidak akan dibayarkan," kata Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 22 Februari 2021

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan prinsip pemberian TPP ASN adalah fungsi dari keberhasilan pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah yang dananya bersumber dari efisiensi atau optimalisasi pagu anggaran belanja pemerintah daerah.

Alokasi besaran TPP TA 2021 bagi Pemprov termasuk insentif pemungutan pajak daerah yang dianggarkan pada APBD Provinsi melalui proses kesepakatan bersama DPRD Provinsi Lampung.

Dalam Pergub Lampung tersebut, TPP jabatan pimpinan tinggi madya (Sekretaris Daerah) sebesar Rp75 juta.  Kemudian untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Asisten Sekda) sebesar Rp38 juta. Selanjutnya Jabatan Pimpinan Tinggi (Inspektur, Kaban/Kadis/Sekwan) yakni Inspektur sebesar Rp40 juta, BPKAD sebesar Rp35 juta, Bappeda dan Disdukcapil sebesar Rp32,5 juta, Sekretaris DPRD, DPMPTSP, BKD, Badan Penghubung sebesar Rp28 juta.

Kemudian Jabatan Pimpinan Tinggi (Staf Ahli Gubernur) Rp22,5 juta, Jabatan Pimpinan Tinggi (Kepala Biro) sebesar Rp22 juta. Kemudian Administrator (Ka. Penghubung/Irban/Sekretaris/Kabag) sebesar Rp14 juta sampai Rp18 juta. Lalu Administrator (Kabag/Kabid/Ka.UPTD) sebesar Rp11 juta sampai Rp16,7 juta. dan Pengawas (Kasubbag, Kasubbid dan Kepala Seksi) sebesar Rp7,5 juta sampai Rp12,7 juta

Sementara TPP pegawai yang terendah ada di jabatan pelaksana yakni pengemudi, binatu rumah sakit, juru pungut retribusi, juru rawat jenazah, pemulasaran jenazah, petugas keamanan dan petugas pengambil contoh sebesar Rp1,7 juta sampai Rp2,1 juta. Kemudian pramu bakti dan pramu kebersihan sebesar Rp1,6 juta sampai Rp2 juta.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar