#kpu

Pemberhentian Komisioner Pusat Tidak Ganggu Kinerja KPU Lampung

( kata)
Pemberhentian Komisioner Pusat Tidak Ganggu Kinerja KPU Lampung
Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) memecat atau memberhentikan Evi Novida Ginting Manik dari jabatannya sebagai komisioner KPU pusat. Evi terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu terkait kasus perolehan suara calon legislatif Partai Gerindra Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 6.

Menyikapi hal tersebut, KPU Lampung tidak bisa berkomentar banyak. Namun yang pasti jajaran penyelenggara pemilu di Bumi Ruwai Jurai tetap melaksanakan tugas, pokok, dan fungsinya menyukseskan jadwal, program, dan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 di 8 kabupaten/kota.

"Tidak ada komentar terkait putusan DKPP, KPU Lampung tetap bekerja," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami kepada Lampost.co, Kamis, 19 Maret 2020.

Selain menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Evi, DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir kepada teradu I Arief Budiman selaku ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Peringatan keras juga diberikan kepada komisioner KPU lain, yaitu teradu II Pramono Ubaid Tanthowi, teradu IV Ilham Saputra, teradu V Viryan Azis, dan teradu VI Hasyim Asy’ari.

Sebelumnya, anggota KPU RI Wahyu Setiawan juga diberhentikan dari jabatannya karena tersandung persoalan hukum operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Kemudian juga di Lampung, DKPP dan KPU RI juga memberhentikan anggota KPU Lampung Esti Nur Fathonah yang saat ini dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) sedang dilakukan.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar