#Infrastruktur#SmartVillage

Pemberdayaan dan Kolaborasi Bangun Smart Village

( kata)
Pemberdayaan dan Kolaborasi Bangun Smart Village
Jajaran pendamping desa rapat koordinasi di Kantor Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Lampung, Jumat, 26 Maret 2021. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus memacu suksesi Program Smart Village melalui pemberdayaan dan kolaborasi. Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan Visi Gubernur Lampung, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 13 Tahun 2019 Tentang RPJMD Provinsi Lampung 2019-2024 yakni Rakyat Lampung Berjaya.

Pada 2021, Pemerintah Provinsi Lampung ada 130 desa dan ada 650 desa lain yang berinisiatif secara mandiri mengikuti tata kelola program tersebut. Dalam dinamika perjalanan program ini dapat diidentifikasi ada empat kategori fokus implementasi yakni Desa Digital, Desa Pertanian Terintegrasi, Desa Wisata, dan Desa Ekonomi Kreatif.

Baca juga: Smart Village Jadi Wadah Optimalisasi Potensi Desa

Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Ganjar Jationo mengatakan strategi implementasi utama untuk mewujudkan program tersebut melalui pemberdayaan dan kolaborasi yang diawali dengan Smart Governance dan Smart Environment.

"Pendekatan implementasi dengan tiga pilar utama yakni Smart Government, Smart Economy dan Inkubasi yakni skema kolaborasi penta helix atau sinergi dengan lima jenis pemangku kepentingan, yaitu academic, business, community, government, dan media," katanya saat melakukan rapat koordinasi di Kantor Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Lampung, Jumat, 26 Maret 2021.

Kemudian untuk indikator umum program smart village dari janji kerja nomor 30 dari 33 janji kerja Gubernur dan Wakil Gubernur yakni; Meningkatkan literasi internet dan layanan perpustakaan bagi warga desa; Memfasilitasi digitalisasi adminitrasidesa; e-participation; dengan melibatkan masyarakat hingga pelosok perdesaan dalam bentuk penyampaian aspirasi dan pemberian evaluasi warga berbasis interaksi online dan/atau aplikasi.

Program Smart Village Provinsi Lampung adalah Program Desa Cerdas Berbasis Digital yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung berfokus pada Desa melalui gerakan kesadaran sosial Masyarakat di Desa yang peduli pada perubahan digital dengan melibatkan semua stakeholder dan terintegrasi dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Tujuannya untuk mendorong dan mewujudkan berbagai Potensi di Provinsi Lampung menjadi salah satu kekuatan Ekonomi Kreatif Digital di Indonesia, dengan focus gerakan ini adalah pada agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, maritime dan layanan publik.

 "Ada 130 desa yang menjadi locus dan mendapatkan Rp.30 juta/desa dalam bentuk bantuan keuangan yang diperuntukan untuk sarana dan prasarana saja sebagai stimulan, selebihnya akan dibantu dengan dana desa," katanya.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar