#covid-19#korona

Pembatasan Mobilitas Libur Nataru Demi Hindari Kenaikan Kasus Covid-19

( kata)
Pembatasan Mobilitas Libur Nataru Demi Hindari Kenaikan Kasus Covid-19
Perayaan tahun baru. Ilustrasi/MI/Galih Pradipta


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan pembatasan mobilitas jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ditetapkan untuk menghindari kenaikan kasus covid-19 secara signifikan.

"Mari berjuang agar Indonesia berhasil melewati Nataru dengan level penyebaran covid-19 yang terkendali," kata Johnny, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 November 2021.

Menurutnya, semua pihak patut mensyukuri kondisi kasus covid-19 di Indonesia yang saat ini menurun drastis dibandingkan periode puncak pada Juli 2021. 

Namun, dia mengingatkan masih banyak ketidakpastian yang harus dihadapi, terutama pada periode libur Nataru yang segera tiba. 

Belajar dari pengalaman, dia menguraikan libur hari besar selalu memicu kenaikan kasus covid-19 di tanah air. Kenaikan kasus tidak hanya terjadi pada kasus harian. Namun, juga pada kasus mingguan yang bertahan cukup lama.

Berdasarkan data Satgas covid-19, periode libur lebaran Idulfitri 2020 memicu penambahan sekitar 68%-93% kasus harian baru dan penambahan kasus mingguan di kisaran 2.889 hingga 3.917 kasus. Sementara libur kolektif Maulid Nabi dan Natal 2020 memicu penambahan 37%-95% kasus harian baru dan penambahan kasus mingguan sebanyak 8.096 hingga 38.340 kasus.

"Kenaikan ini diperparah adanya varian Delta yang lebih mudah menular dibanding varian sebelumnya," ujarnya.

Dia mengungkapkan kenaikan kasus umumnya disebabkan dua hal utama. Pertama, peningkatan mobilitas yang tidak dibarengi dengan upaya testing yang cukup. Kewajiban testing merupakan langkah preventif untuk memastikan pelaku perjalanan dalam kondisi sehat dan tidak menularkan virus ke daerah tujuannya.

Kedua, lemahnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam perjalanan maupun aktivitas selama liburan. Hal ini erat kaitannya dengan tradisi berkumpul, makan bersama, maupun tradisi keagamaan yang meningkatkan peluang penularan akibat kerumunan. 

Selain itu, peningkatan aktivitas di pusat belanja, tempat rekreasi, dan fasilitas publik lainnya, juga menjadi pemicu.

"Kami tidak ingin kenaikan kasus covid-19 seperti yang terjadi di masa lalu, terulang kembali. Untuk itu, berbagai pembatasan mobilitas jelang Nataru harus ditetapkan untuk diterapkan," kata dia.

Menkominfo berharap, seluruh elemen masyarakat ikut berkolaborasi dan bekerja keras untuk tetap disiplin protokol kesehatan, menyegerakan vaksinasi, menggunakan aplikasi PeduliLindungi, menjalankan testing, dan patuh aturan pembatasan mobilitas jelang Nataru.

"Kepedulian dan kedisiplinan amat dibutuhkan dalam menghadapi pandemi. Ingatkan juga orang lain agar mematuhi protokol kesehatan dan segera ikut vaksinasi," kata dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar