#pembangunan#ponpes

Pembangunan Ponpes Al Hanif Lampung Dilakukan Secara Swadaya

( kata)
Pembangunan Ponpes Al Hanif Lampung Dilakukan Secara Swadaya
Pembangunan Pondok Pesantren Al-Hanif Lampung di Sukarame2, Telukbetung, Bandar Lampung, dikerjakan secara bergotong royong, Minggu, 28 Agustus 2022. (Foto:Lampost)


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Pembangunan Pondok Pesantren Al-Hanif Lampung di Sukarame2, Telukbetung, Bandar Lampung, dikerjakan secara bergotong royong dan swadaya, Minggu, 28 Agustus 2022.

Pembangunan Ponpes ini atas dukungan Majelis Tolabul Ilmi (MTI ) dilakukan secara bertahap karena pebiayaannya murni dari anggota majelis dan sumbangan siswa.

Ketua Yayasan Al-Hanif Lampung H. Ahmad Zevi menyebut MTI ini didirikan pada 14 Januari 1996, dengan 9 orang jamaah.

Lalu karena jumlah jemaah dan santri mulai bertambah, pada tahun 2010 dirancang membangun gedung majelis 3 lantai dengan jumlah lokal sebanyak 15 unit, termasuk pembangunan masjid.

Pada Agustus 2021 mulai membangun ponpes yang saat ini dikerjakan secara swadaya dari jamaah. Karena terbatas pendanaan, baru dilanutkan kembali pada Agustus 2022, katanya, Minggu, 28 Agustus 2022.

Saat ini jamaah selain dari Lampung juga ada dari Depok, Prabumulih, dan Baturaja. Sedangkan untuk materi yang diajarkan di MTI Al Hanif  antara lain Fiqih, tauhid, tarekat, tasawuf.

"Bangunan ini memang secara bertahap, karna kita mengandalkan tenaga jamaah Al Hanif. Kita bukan mengandalkan kekuatan ekonomi perorangan ataupun yayasan Al Hanif ini atau dari wali santri tapi betul-betul kita gerakkan seluruh jamaah ini untuk berkontribusi. Bahkan kalau bisa wali santri, santri di sini itu belajar tenang, taunya belajar anak-anak. Masalah makannya, gurunya, buku atau apa pun itu ya kalau bisa disiapkan oleh pondok," kata Redi Rinaldi kepala ponpes Al Hanif Lampung

Di sini belum menggratiskan biaya, karena masih butuh kontribusi dari wali santri terutama yang mampu. Namun, bagi santri yang benar-benar tak mampu akan kita gratiskan, ujarnya.

Pada awal pembangunan ini ada 10 yang mendaftar dan bangunan belum selesai, sehingga santri belaar di masjid Murtal Haq dan outdoor.

"Total santri sekarang sudah 25 orang ada dari Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Bandar Lampung yang paling banyak,"ujar Ustad Redi.

"Untuk bangunan pondok pesantren ini, gedung madrasah rencananya 15 lokal luas bangunannya 12 m x 45 m, 3 lantai. Jumlahnya ada 15 lokal dengan bassmen 3 lokal,"kata H. Ahmad Zevi Rahadi, selaku Ketua Yayasan Al Hanif Lampung.

"Alhamdulillah sekarang baru terbangun struktur gedung 2 kelas. Jadi baru dimulai pada Agustus 2021 dan alhamdulillah pada 28 Agustus 2022 sudah ngecor dak lantai 1. Pembangunan diperkirakan selesai sekitar 2 tahun. Tetapi dikarenakan sumber dana kita swadaya dari jamaah, belum ada bantuan dari pihak luar, baik dari pemerintah atau departemen agama dan yang lain-lain  jadi pembangunan bertahap," ujarnya.

"Pembangunan diperkirakan menelan biaya Rp8,5 miliar untuk 15 lokal tersebut sampai selesai itu perencanaan sesuai RAB tahun lalu, entah tahun ini ya karena  perkembangan harga bahan bangunan,"ujarnya.

Ustad Taufik selaku Kepala Diniyah mengatakan pada awal pondok pesantren ini hanya ada 10 orang dulu pada Desember 2018 dan itu santri laki-laki semua. Itulah cikal bakal berdirinya pondok pesantren kita.

"Hanya dulu belum ada izin operasional, memang kita belum urus yang penting ada kegiatan terlebih dahulu. Kemudian kita juga menggelar rehab mental, rukiyah, banyak berzikir, aktif ibadah Alhamdulillah ada 4 orang yang dititipkan sekarang sudah sehat semua," ujarnya.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar