#beritalampung#beritadaerah#lampung#Pringsewu

Pembangunan SPAM Way Sepagasan Mulai Dikerjakan

( kata)
Pembangunan SPAM Way Sepagasan Mulai Dikerjakan
Foto: Lampost.co/Widodo

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Way Sepagasan di kawasan hutan Register 22 mulai dikerjakan dengan membangun intake dengan anggaran Rp8 miliar.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menyatakan, pembangunan SPAM Way Sepagasan mulai dikerjakan tahun ini. "Ya mulai 2019 sudah mulai dikerjakan dengan membangun intake terlebih dahulu," ungkapnya dalam temu teknis pembangunan SPAM Way Sepagasan di Regenci Hotel, Wates Pringsewu, Selasa 8 Oktober 2019.

Fauzi meminta seluruh kepala pekon dan camat untuk membantu mensosialisasikan ke masyarakat, sebab jaringan induk akan melewati lima kecamatan. 

Ia menambahkan pembangunan SPAM Spagasan adalah dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air baku. Pembangunan SPAM Way Spagasan di bangun karena perizina kementrian kehutanan sudah jeluar tahun 2015.

"Prosesnya memang panjang tapi alhamdulillah sudah beres," ungkap Fauzi.

Sementara Kabid Ciptakarya Dinas PUPR Amad Syaifudin menyatakan pembangunan SPAM dilakukan secara bertahap. Tahap awal kata Amad, mulai membangun intake di lokasi Way Spagasan dengan anggaran Rp8 miliar.

Kemudian tahap II pada 2020 akan membangun jaringan dustribusi utama untuk lima kecamatan. Tetapi untuk tahap awal baru empat kecamatan yakni Banyimas, Sukoharjo, Pagelaran Utara dan Adiluwih dengan anggaran Rp65 miliar.

"Untuk Pagelaran belum bisa langsung di kerjakan bersamaan karena masih ada proses pembangunan Way Sekampung," ungkapnya.

Amad Syaifudin menambahkan untuk tahun ketiga sekitar 2021 baru membangun jaringan sambungan rumah yang dianggarkan Rp35 miliar.

Menurutnya pembangunan SPAM Way Spagasan dinilai cukup besar debit airnya, sebab di perkirakan untuk kebutuhan air bersih sekitar 100 liter /detik, sedangkan kapasitas sungai 500 liter/detik.

Lebih lanjut Amad menambahkan jaringan SPAM di perkirakan akan bisa melayani 10 ribu kk atau 59 ribu jiwa di lima kecamatan. 

Widodo

Berita Terkait

Komentar