#pasarWaypanji#lamsel#ditunda#beritalampung

Pembangunan Pasar Way Panji Akhirnya Ditunda

( kata)
Pembangunan Pasar Way Panji Akhirnya Ditunda
Aksi massa menuntut pembangunan pasar Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, dirunda. (Foto:Lampost /perdhana)

KALIANDA (Lampost.co)--Setelah rembuk antara perwakilan massa unjuk rasa dan Kepala Desa serta Forum komunikasi pimpinan Kecamatan, akhirnya pembangunan pasar Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, ditunda. 

Penundaan pembangunan 50 kios pasar Desa Way Panji merupakan tuntutan aksi massa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Desa (MPD). 

Pembangunan pasar dilanjutkan apabila sudah ada hasil musyawarah dari seluruh elemen masyarakat Desa Sidoharjo. "Tuntutan kami minta ditunda, karena musyawarah sebelumnya tidak dilibatkan," kata Ketua MPD Sidoharjo, Nurdin Sadar, Selasa (11/12 /2018). 

Dijelaskannya, tuntutan masyarakat yang tergabung dalam MPD berdasarkan Surat Bupati Lampung Selatan nomor: 700/1208/III.01/2017 tanggal 31 Maret 2017, Surat keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor: B/208/I.02/HK/2017 tanggal 13 April 2017 dan Surat sekertaris daerah Lampung Selatan Nomor: 140/3262/I.02/2017 tanggal 19 September 2017 perihal penundaan pelaksanaan pembangunan pasar desa Sidoharjo.
"Ini dasar kami menuntut penundaan pembangunan pasar," kata dia. 

Camat Way Panji, Isro'i, mengatakan penundaan pembangunan pasar setelah ada hasil musyawarah dengan masyarakat yang akan dilakukan dalam waktu dekat. "Diupayakan musyawarah secepatnya dilakukan," kata dia. 

Mantan Seketaris Camat Way Panji itu menjelaskan jika pasar Desa Sidoharjo merupakan pasar milik desa, sehingga pihaknya tidak bisa serta merta ikut campur mengurusinya. "Ini pasar Desa, jadi otonomi sendiri, kami tidak banyak mengatur yang penting pembangunan sesuai aturan dan berjalan lancar," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Sidoharjo, Marjana mengatakan melanjutkan pembangunan pasar dilakukan berdasarkan musyawarah dengan masyarakat sebelumnya. "Saya undang semua masyarakat pada waktu itu," ujarnya. 

Dijelaskannya, upaya menata pembangunan pasar dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga dapat menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes). "Sebelum saya menjabat Kades pasar tidak dikelola denga baik," kata dia.

Perdhana Wibysono



Berita Terkait



Komentar