#Pembangunan#PabrikJagung#lamsel

Pembangunan Pabrik Jagung di Desa Tamansari Rugikan Warga

( kata)
Pembangunan Pabrik Jagung di Desa Tamansari Rugikan Warga
Limbah dari Pekerjaan untuk pembangunan pabrik pengeringan jagung di depan Pos Polisi jalipantim Desa Tamansari, kecamatan Ketapang, Lamsel diduga belum kantongi izin.

Kalianda (Lampost.co) -- Warga menilai pembangunan pabrik pengeringan jagung di lahan seluas dua hektar di Simpangtiga, Desa Tamansari,  Kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan merugikan.

Sebab limbah lumpur dan cadas dari pekerjaan  pembangunan pabrik jagung tersebut menimbun kebun jagung dan sawah warga sekitar. Selain itu, belum ada sosialisasi dan izin lingkungan.

"Limbah pembuangan tanah yang digusur untuk pabrik jagung telah menimbun sawah dan kebun jagung yang kami tanam.  Akibatnya tanaman kami rusak dan merasa dirugikan oleh pihak pabrik," kata salah satu pemilik lahan kepada Lampost.co, Minggu, 26 Januari 2020.

Bahkan, ia tidak mengetahui secara pasti untuk membangun apa lahan seluas kurang lebih 2 hektar diratakan dan dibersihkan dengan menggunakan alat berat.

"Katanya untuk pabrik pengeringan jagung. Tapi kami belum tahu pasti karen tidak ada sosialisasi atau izin lingkungan dengan masyarakat sekitarnya," jelas Warsidi warga lainnya.

Ia menduga pekerjaan untuk pabrik pengeringan jagung itu dibekingi oleh pemerintahan desa. Sehingga dengan leluasa melakukan pekerjaan tanpa memikirkan dampak bagi masyarakat sekitar.

"Hal yang merugikan kami ini pernah kami sampaikan ke pihak desa. Kami bermaksud minta ganti rugi kerusakan tanaman jagung  dan sawah Rp 250ribu per meter. Namun tuntutan kami sampai saat ini belum ada jawaban," katanya.

Bahkan mereka mengaku besok Senin, 27 Januari di panggil oleh Polsek Penengahan untuk dimintai keterangan."Besok Senin kami akan dimintai keterangan terkait pembangunan pabrik tersebut," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, kepala desa Tamansari, Sutarjo menyatakan, limbah cadas yang longsor ke tanah sebelah pabrik telah diklarifikasi. Pemdes telah menemui pihak pembangunan pabrik untuk menanggapi keluhan warga tersebut.

"Pihak pekerjaan lahan pabrik mengaku siap untuk merapihkan kembali atau mengangkat cadas yang longsor dari kebun atau sawah warga itu," ujarnya.

Bahkan  Sutarjo mengaku telah bermusyawarah dengan pemilik lahan yang berbatasan dengan lokasi pabril pengeringan jagung.

"Kami sudah musyawarah dengan pemilik lahan malahan diminta  untuk menjual ke perusahaan. Untuk itu akan saya ajukan ke perusahaan permintaan warga tersebut," ujarnya.

Terkait perizinan, Sutarjo membantah jika pembangunan pabrik tersebut belum mengantongi izin lingkungan."Tempo hari kita kerumah- rumah warga sekitar. Jadi untuk izin lingkungan menurut kami sudah beres.  Saya aja ikut tanda tangan.  Camat juga sudah.  Tentang izin semua sudah beres, " tandasnya.

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar