#Pekon#DanaDesa

Pembangunan Kantor Pekon Gunung Meraksa Dinilai Asal Jadi

( kata)
Pembangunan Kantor Pekon Gunung Meraksa Dinilai Asal Jadi
Kantor Pekon Gunung Meraksa yang dibangun 2017 menjadi sorotan warga. Abu Umarally


KOTA AGUNG (Lampost.co) --Pembangunan kantor Pekon Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus yang memanfaatkan alokasi dana desa (DD) dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, pembangunan yang memakai dana hingga ratusan juta tersebut dinilai asal jadi.

Menurut AD (59) warga setempat, pembangunan kantor desa yang menghabiskan anggaran tahunan dana desa senilai Rp280 juta tersebut dikeluhkan warga karena menyangkut pelayanan terhadap masyarakat.

"Semua orang juga menilai sendiri saat mendatangi kantor pekon ini. Karena dari luar sudah terlihat hasil bangunannya yang asal jadi," kata dia kepada lampost.co,Rabu 6 November 2019.

Dengan hasil pembangunan yang menelan dana ratusan juta rupiah, setidaknya kondisi kantor nyaman dan sedap dipandang. Kantor ini berukuran 12x9 ini tidak memilik plafon, berlantai semen, dan tidak memiliki fasiltas yang cukup. Disamping sebagian besar tembok bagian luar kantor masih berupa bata merah.

"Saya minta pemerintah dan atau yang berwenang untuk meninjau dan mengevaluasi lagi hasil pembangunan kantor Pekon Gunung Meraksa. Sedangkan kita tahu bahwa anggaran dana desa diperuntukan bagi kepentingan masyarakat desa," tambahnya.

Pj Kepala Pekon Gunung Meraksa Ahmadi mengatakan, bahwa dirinya diberikan mandatuntuk mengisi kekosongan jabatan sementara menanti pilkakon sejak 2019. Dan di tahun ini berdasarkan hasil musyawarah bersama maka dilakukan pembenahan kantor. Diantaranya dengan pembuatan sumur, pengecatan kantor, dan membuat tiang bendera di halaman kantor pekon.

"Kami hanya melengkapi beberapa item agar lebih pantas dan elok sebagai kantor pelayanan masyarakat," kata dia.

Sedangkan saat di konfirmasi, mantan kepala pekon Gunung Meraksa, Holdan Efendi mengakui jika pembangunan kantor pekon dilaksanakan pada 2017 ketika dirinya menjabat sebagai kepala pekon. Tetapi dirinya lupa mengenai anggaran dalam pembangunan kantor pekon tersebut. Holdan beralasan sedang dalam perjalanan dan memutuskan sambungan telpon.

"Ya benar dibangun tahun 2017, tapi untuk berapa anggarannya saya lupa," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar