#jalanpenghubung#infrastruktur

Pembangunan Jalan Penghubung Kecamatan di Tanggamus Tuai Pro-Kontra

( kata)
Pembangunan Jalan Penghubung Kecamatan di Tanggamus Tuai Pro-Kontra
Kondisi ruas jalan penghubung Kecamatan Cukuhbalak dan Kecamatan Kelumbayan barat, Tanggamus, Jumat, 13 November 2020. Lampost.co/Rusdy Senapal


Kotaagung (Lampost.co) -- Pembangunan peningkatan ruas jalan penghubung Kecamatan Cukuhbalak dan Kecamatan Kelumbayan Barat, Tanggamus, menuai pro dan kontra. Pasalnya, terjadi penolakan oleh beberapa orang yang mengatasnamakan warga setempat.

Mereka yang melakukan penolakan menuding jika pembangunan peningkatan jalan tersebut asal jadi. Aksi itu dilakukan enam orang yang membentangkan karton bertulis penolakan dengan mengadang jalan tepat saat pemeriksa dari BPK-RI datang ke lokasi.

Namun, di sisi lain, banyak juga masyarakat di beberapa pekon setempat menyesalkan aksi penolakan tersebut. Menurut mereka, seharusnya sebagai warga setempat merasa bersyukur atas pembangunan jalan tersebut karena akses jalan menjadi lebih lancar tidak seperti dulu saat belum dibangun.

Iwan, salah satu warga Pekon Kubu langka, Kecamatan Cukuhbalak, mengatakan kondisi jalan usai dibangun sudah baik sehingga transportasi menjadi lancar.

"Untuk saat ini jalan sudah bagus dan transportasi sudah bisa masuk ke sini. Jadi untuk usaha saya sendiri sudah bagus," ujar Iwan yang berprofesi sebagai pengepul hasil bumi saat diwawancarai Lampost.co, Jumat, 13 November 2020.

Dia menceritakan sebelum dibangun, kondisi jalan berlumpur, licin, dan berlubang. Hal itu  membuat beban muatan kendaraan dikurangi setengah. Sebab itu, Iwan menyayangkan aksi penolakan beberapa hari lalu. 

"Sebenarnya untuk menolak itu ya sangat disayangkanlah. Jalan itu kan untuk umum, jadi untuk masyarakat Kubulangka, untuk semua masyarakat yang melewati jalan ini," ujarnya.

Disinggung aksi penolakan yang dilakukan oleh beberapa orang terkait pembangunan jalan ruas Pekon Kubulangka-Banjarnegri saat kedatangan pemeriksa dari BPK-RI beberapa hari lalu, warga Pekon Kubulangka, mengaku tidak megetahuinya. "Kalau yang demo saya kurang mengetahuinya," katanya. 

Sementara itu, Aprizal, salah seorang pengemudi truk yang kebetulan melintas, mengaku jika sebelum jalan dibangun untuk sampai ke Pekon Pertiwi, Kecamatan Cukuhbalak, perlu waktu tiga jam. Namun, kini dengan adanya pembangunan jalan hanya butuh satu jam lebih. 

"Saya sering lewat jalan ini. Alhamdulillah dengan adanya jalan ini jarak tempuh lebih cepat. Sebelumnya dua jam atau tiga jam, sekarang cuma satu jam setengah," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar