#infrastruktur#beritalampung#proyekflyover

Pembangunan Jalan Layang Sultan Agung Tetap Berjalan

( kata)
Pembangunan Jalan Layang Sultan Agung Tetap Berjalan
Pembangunan Flyover Jalan Sultan Agung Bandar Lampung terus dikerjakan oleh para pekerja. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co): Pembangunan jalan layang di Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung terus berjalan meski Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menghentikan sementara proyek tersebut.

Terlihat alat-alat besar seperti ekskavator, truk, dan sebagainya terus bergerak melakukan pekerjaan. Para pekerja juga terlihat sibuk melakukan aktivitas kerjanya masing-masing. Hilir mudik kendaraan dari kedua arah juga nampak padat dan berjalan lambat ketika memasuki lokasi proyek yang mulai dibangun pada Juni 2020. 

Warga Labuhan Ratu, Supriadi, berharap pembangunan tersebut segera diselesaikan agar tidak terjadi kesemrawutan lalu lintas di sekitarnya. Apalagi ketika jam sibuk dan ketika kereta api lewat.

"Kalau kita sebagai warga pengennya pembangunannya cepat diselesaikan dan jangan sampai bermasalah. Saya sebagai pengguna jalan prinsipnya ikut saja dengan kebijakan pemerintah," katanya yang kebetulan lewat Jalan Sultan Agung, Jumat, 21 Agustus 2020.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Surat Nomor: PR.102/1/1 PHB 2020 dengan klasifikasi penting prihal Penanganan Pembangunan Flyover di Jalan Sultan Agung Bandar Lampung. Surat tersebut ditandatangani oleh atas nama Menteri Perhubungan, Sekretaris Jenderal Djoko Sasono di Jakarta, 19 Agustus 2020 meminta Wali Kota Bandar Lampung Herman HN untuk menghentikan sementara pembangunan tersbut karena terdapat beberapa permasalahan sosial dan teknis pembangunan.

Dalam surat tersebut menuliskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan dan/ atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain, serta memperhatikan hasil rapat koordinasi pada hari Senin tanggal 13 Juli 2020 bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Lampung terkait Pembahasan Rencana Pembangunan Flyover di Jalan Sultan Agung Kota Bandar Lampung, maka diperlukan izin perpotongan atau persinggungan dengan jalur kereta api dari Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perkeretaapian, selain memperhatikan kajian Analisis Dampak Lalu Lintas.

Kemudian sehubungan dengan hal tersebut di atas, diharapkan Walikota Bandar Lampung Herman HN dapat menghentikan sementara pembangunan Flyover dimaksud dan segera menyelesaikan permasalahan sosial dan teknis pembangunan dengan berdialog dengan masyarakat, para pakar serta merujuk peraturan perundangan yang berlaku. 

Adanya surat tersebut dibenarkan oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Lampung - Bengkulu, Endi Suprasetio. Ia mengatakan bahwa surat tersebut resmi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia meminta Walikota Bandar Lampung Herman HN untuk menghentikan sementara pembangunan Flyover di Jalan Sultan Agung. "Iya, itu surat resmi dari Kementerian Perhubungan," kata Endi yang pindah tugas ke Provinsi Banten per-19 Agustus 2020 ini.

Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia juga meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menghentikan sementara pambangunan Flyover Jalan Sultan Agung. Hal tersebut sesuai surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Direktorat Pembangunan Jembatan Nomor: PW 0103 - BZ/261 tentang Penghentian Sementara Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Flyover Sultan Agung yang ditandatangani Direktur Pembangunan Jembatan, Yudha Handita Panjiriawan tertanggal 10 Agustus 2020 di Jakarta.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar