#jalanlayang#flyover#beritalampung#pembangunan

Pembangunan Jalan Layang di Untung Suropati Belum Ada Kesepakatan Ganti Rugi Lahan

( kata)
Pembangunan Jalan Layang di Untung Suropati Belum Ada Kesepakatan Ganti Rugi Lahan
Jalan Untung Suropati Bandar Lampung, Kamis (10/1/2019). Lampost.co/Deta Citrawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membangun dua jalan layang (flyover) yang berada di Jalan Untung Suropati dan Jalan Komarudin kemungkinan akan memiliki kendala, sebab belum terdapat kesepakatan antara Pemkot dan pemilik tanah atau bangunan.

Salah satunya pembangunan flyover yang menghubungkan Jalan Untung Suropati dan Jalan RA Basyid. Pasalnya, pembebasan lahan di dua jalan tersebut belum menemukan titik temu.

Salah satu warga yang terkena dampak pembebasan lahan, Karjoyo (65), mengatakan bengkel sepedanya yang berada di Jalan Untung Suropati, Labuhanratu Raya, Labuhanratu, juga terkena dampak.

“Di jalan ini katanya yang kena sekitar 120 meter. Kami warga minta harga ganti rugi tanahnya Rp3 juta per meter, tapi Pemkot mintanya Rp2 juta per meter. Sampai sekarang belum deal dengan Pemkot,” ujarnya kepada lampost.co, Kamis (10/1/2019).

“Kami enggak masalah, kami mendukung asal sesuai saja. Sudah dua kali diukur kok, katanya harga ganti rugi bangunan beda, tanahnya beda. Harga pasaran tanah di sini lebih dari Rp3 juta, kalau jual pakai harga segitu sudah laku saya jual dua tahun yang lalu. Kami jual dengan harga murah begitu karena mau bantu pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, warga yang berada di seberang Jalan Untung Suropati yaitu RA Basyid, Kecamatan Tanjungsenang, belum menyetujui kesepakatan ganti rugi lahan yang diberikan Pemkot Bandar Lampung,  sebab dinilai tidak sesuai dengan harga pasaran. “Kalau angka pasti tiap warga saya enggak paham, beda-beda. Tapi ada yang sampai Rp10 juta mintanya, Pemkot enggak mau karena tidak ada dananya, mereka sanggup bayar Rp2 juta saja," kata dia.

Deta Citrawan*



Berita Terkait



Komentar