#pembangunanjalan#beritalamsel#perbaikanjalan#danadesa

Pembangunan Jalan Lapen di Sukaraja Diklaim Sesuai RAB

( kata)
Pembangunan Jalan Lapen di Sukaraja Diklaim Sesuai RAB
Pembangunan jalan lapen di Dusun 2, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diawasi langsung oleh Camat Palas bersama Uspika setempat, beberapa hari yang lalu. Armansyah

KALIANDA (Lampost.co)--Pembangunan jalan lapisan penetrasi (Lapen) di Dusun 1 dan Dusun II, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diklaim sesuai rancangan anggaran belanja (RAB). Bahkan, pembangunan jalan yang dianggarkan dari anggaran dana desa (DD) 2019 itu dilaksanakan sesuai padat karya tunai (PKT). 

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Desa Sinarti saat ditemui di kediamannya, Rabu, 16 Oktober 2019. Dia mengatakan pembangunan jalan lapen sepanjang 460 meter dengan lebar 2,5 meter telah sesuai bestek dan menelan anggaran sebesar Rp135,9 juta. 

"Jalan Lapen yang sempat viral di salah satu media daring itu, kami pastikan sudah sesuai RAB. Bahkan, pembangunan jalan lapen tersebut dikerjakan oleh masyarakat Desa Sukaraja. Hanya bagian tenaga ahli dan operator saja yang dari luar daerah. Sebab, pengerjaan lapen ini harus orang yang ahlinya," kata dia. 

Sinarti menjelaskan pembangunan jalan lapen tersebut menggunakan material batu ukuran 5/7 sebanyak 5 kubik, batu 3/5 (50 kubik), batu 2/3 (33 kubik), batu 1/2 (17 kubik) dan abu batu atau creening (17 kubik). Sedangkan, untuk aspalt menggunakan jenis ESO 155 sebanyak 31 drum. 

"Untuk belanja modal material ini menghabiskan anggaran sebesar Rp.87,0 juta. Dimana, pada belanja modal ini juga terdapat biaya untuk pengadaan kayu bakar sebanyak delapan kubik dan banner papan informasi serta batu prasasti," kata dia.

Untuk kegiatan PKT, kata Sinarti, pihaknya menganggarkan upah tukang dan pekerja serta operator sebesar Rp.37,2 juta. Anggaran itu dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga perapihan (finishing). 

"Untuk upah pekerja saja memiliki volume sebanyak 486 harian orang kerja (HOK), tukang sebanyak 6 HOK dan Operator 2 HOK. Sedangkan, untuk peralatan kerja dianggarkan sebesar Rp10,2 juta. Semua ini sebelumnya sudah di validiasi oleh Inspektorat, Camat, KUPT PU, PDTI dan BPD," kata dia. 

Armansyah

Berita Terkait

Komentar