#pembangunanjalan

Pembangunan Jalan di Pematangbom Timur Disoal

( kata)
Pembangunan Jalan di Pematangbom Timur Disoal
Pembangunan jalan lingkungan Dusun Pematangbom Timur, Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, yang disoal masyarakat setempat karena sudah terkelupas, Sabtu (12/10/2019). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Pembangunan jalan lingkungan Dusun Pematangbom Timur, Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, disoal masyarakat setempat. Sebab, dasar jalan lapisan penetrasi (Lapen) yang dikerjakan CV Aura Perdana Utama itu sebagian sudah terkelupas. 

Haryadi (36) warga setempat mengatakan masyarakat setempat mengeluhkan peningkatan jalan senilai Rp793.757.951 dari APBD Lamsel tersebut. Sebab, pembangunan jalan yang baru selesai sekitar satu pekan terakhir itu tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

"Pemborong yang mengerjakan jalan itu terkesan asal-asalan. Hal ini terlihat pada pengerjaan tahap awal pada dasar Lapen yang dinilai tidak sesuai dengan kualitas. Masa iya dibeberapa titik ada yang mudah terkelupas. Bahkan, kalau dicongkel aspalnya tipis," kata dia, Minggu, 13 Oktober 2019.

Meskipun masih awan dibidang pembangunan jalan, kata Hadi, dirinya menilai dasar jalan lapen itu mempengaruhi kualias jalan hotmix. Sebab, segala sesuatunya harus memiliki dasar yang berkualitas. 

" Nggak tau juga ya mau di mulusin hotmix atau nggak. Tapi, dasaran lapen sangat penting untuk kualitas jalan hotmix. Tapi kalau dasar lapennya yang buyar seperti ini tentu saja hotmixnya juga akan lebih mudah rusak. Salah satunya cepat terkelupas. Apalagi kalau nggak dihotmix," ujar dia. 

Sementara itu, salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan mengaku pada saat pengerjaan para pekerja hanya sedikit memberikan aspal. Akibatnya, di beberapa titik jalan tersebut banyak yang telah mengalami kerusakan.

"Aspalnya sangat sedikit yang disiramkan oleh para pekerja. Akibatanya dibeberapa titik yang telah dilapen sudah banyak yang tidak nempel," paparnya. 

Dia mengaku masyarakat setempat tidak begitu mengetahui panjang jalan yang akan diperbaiki. Bahkan, ia tidak tahu jalan itu akan dibangun dengan kontruksi hotmix atau lapen.

“Kami juga enggak tahu berapa panjang jalan yang akan deperbaiki. Sebab, di papan informasi hanya ada nilai anggaran, sementara panjang jalan tidak ada. Kami cuma tahu jalan itu dibangun. Nggak tau ini sudah selesai apa belum. Tapi, sekarang sudah enggak ada lagi yang kerja," imbuhnya. 

Armansyah

Berita Terkait

Komentar