#Pembangunan#Lampura

Pembangunan Fisik Lampura Hanya Rp98 Milyar

( kata)
Pembangunan Fisik Lampura Hanya Rp98 Milyar
Kepala Dinas PUPR sekaligus Plt Kepala Bappeda Lampura, Syahrizal Azhar saat memberikan keterangan mengenai kegiatan fisik di Kantornya, Rabu, 8 Januari 2020. (Foto: Fajar Nofitra/Lampost.co)

Kotabumi (Lampost) -- Pekerjaan fisik di Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2020 tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Untuk pembangunan fisik tahun ini pemkab setempat hanya mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp98 milyar.

"Pelaksanaan pembangunan tahun ini tanpa mengunakan APBD melainkan hanya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari Pusat. Khusus Dinas PUPR mendapakan DAK Rp48 milyar lebih dari total Rp98 miliar yang direalisasikan," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampura Syahrizal Azhar.

Disambangi di kantor PUPR setempat, Rabu, 8 Januari 2020, Syahrizal Azhar mengatakan untuk usulan DAK Pemkab Lampura mengajukan anggaran Rp420 milyar lebih dan yang disetujui Rp98 miliar. Anggaran itu tersebar di 11 organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk di Dinas PUPR.

Syahrizal yang juga menjabat Plt Kepala Bappeda Lampura itu mengatakan keadaan keuangan pemkab saat ini tidak memungkinkan membiayai pembangunan fisik. Pemkab pun akhirnya menunda pekerjaan fisik sampai keadaan keuangan normal seperti sedia kala. Hal ini berlaku mulai dari alokasi dana desa (ADD), iuran BPJS-Kesehatan melalui pembiayaan daerah (PBI), beban kerja (BK) dan lainnya masih tertunda pembayarannya.

"Jadi itu penyebabnya. Kebijakan ini kita lakukan untuk menyeimbangkan keuangan daerah. Karena itulah kegiatan berupa pembangunan fisik dihentikan," terangnya.

Untuk masalah DAK ia menambahkan pemerintah daerah akan melakukan pengecekan guna evaluasi kegiatan. Sebab, dengan ketidakseimbangan keuangan, pemkab harus melaksanakan pembangunan dengan lebih efisien. "Mudah-mudahan itu (fisik APBD) dapat berjalan dan ke depan keadaan akan kembali seperti semula," tambahnya.

Pihaknya berharap kepada jajaran berada di bawahnya dapat memaksimalkan sumber daya yang ada serta memanfaatkan kearifan lokal seperti bergotong-royong melaksanakan pembangunan. "Kami berharap adanya peranan semua pihak untuk bersama-sama gotong-royong menutup lubang, memperbaikki jalan atau kegiatan tanggap darurat lainnya," pungkasnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar