#danadesa#desamembangun#beritalambar

Pembangunan Fisik Dana Desa di Lambar 50 Persen Asal Jadi

( kata)
Pembangunan Fisik Dana Desa di Lambar 50 Persen Asal Jadi
Ilustrasi. Foto: Dok/Lampost.co

LIWA (Lampost.co) -- Inspektur Lampung Barat Natadjudin Amran, menilai jika hasil pembangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD) pada seluruh desa yang ada di wilayah Lampung Barat sekitar 50 persennya asal jadi.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil peninjauan pihaknya di lapangan.“Sesuai hasil pengawasan di lapangan, 50 persen kegiatan fisik bersumber dari dana desa itu ternyata kualitasnya kurang baik," kata dia.

Terkait rendahnya kualitas hasil pembangunan yang dilaksanakan aparat pekon itu, lanjut dia, pihaknya telah menindaklanjutinya. "Dari beberapa temuan itu, sebagian ada yang diserahkan kepada Tim Penagih Ganti Rugi (TPGR). Bagi yang tindaklanjutnya ditangani TPGR, maka pihak pekon hanya diminta untuk mengganti rugi sesuai jumlah hasil perhitungan dengan cara mengembalikan jumlah kerugian ke kas pekon," ujar Nata.

Lalu, lanjut dia, ada juga yang dilaporkan ke bupati. Kemudian bupati memerintahkan OPD terkait untuk melakukan pembinaan secara intensif kepada aparat pekon tersebut. Serta ada sebagian pekon yang hanya diminta untuk melakukan perbaikan terhadap hasil pembangunannya.

Melalui program dana desa itu, lanjut dia, Pemkab Lambar berharap agar pelaksanaan pembangunan di setiap pekon terutama pada pembangunan fisik dapat dilaksanakan secara maksimal dan berkualitas. Apalagi dana yang dialokasikan ke pekon itu jumlahnya cukup besar.

"Pembangunan fisik diharapkan tidak asal jadi tetapi harus dikerjakan secara maksimal dan berkualitas agar memberikan manfaat besar bagi masyarakat apalagi dananya cukup besar. Selain hasilnya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, juga untuk menghindari kegiatan dana desa dari permasalahan," kata Nata.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan berharap kedepan tidak ada lagi hasil pembangunan fisik dari dana desa yang ditemukan asal jadi. Jika kedepan masih ditemukan lagi, apalagi itu disengaja maka akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya. "Kedepan jangan ada lagi hasil pekerjaan fisik yang kualitasnya asalan. Jika masih ditemukan maka akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum," tegasnya.

Eliyah

Berita Terkait

Komentar