#Daerah#LampungTengah#PembangunanPasar

Pembangunan Dua Pasar di Lampung Tengah Terancam Gagal 

( kata)
Pembangunan Dua Pasar di Lampung Tengah Terancam Gagal 
Ilustrasi pembangunan pasar. purworejo.sorot.co


GUNUNGSUGH (Lampost.co) -- Kontrak kerja pembangunan kios di belakang Pasar Bandarjaya dan Pasar Gaya Baru I  dimulai sejak Agustus 2017 dan selesai 30 November 2017. Namun sampai saat ini pekerjaan belum maksimal. Progres  pembangunan kios di belakang Pasar Bandarjaya baru 18% dari seharusnya sudah 30%, sedangkan Pasar Gaya Baru I baru 8,84% dari seharusnya sudah 30%.
Pernyataan dikatakan para konsultan saat dipanggil Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto di ruang kerjanya, Rabu (18/10/2017). 
Loekman mengaku tidak yakin pembangunan Pasar Gaya Baru I dapat selesai tepat waktu karena masa kontrak kerja tinggal 40 hari lagi dari tengggat 30 November 2017.
Wabup menyayangkan banyak laporan kendala pembangunan Pasar Gaya Baru I mulai pekerja menggunakan tenaga dari luar daerah dan pekerjaan yang tumpang tindih. “Melihat situasi seperti itu, saya ragu Pasar Gaya Baru akan selesai 100% dari waktu yang ditentukan,” ujar Loekman.
Progres yang dijalankan sampai bulan ini seharusnya sudah 30%, namun faktanya 10% saja belum. “Hal itu bisa diliat dari laporan foto-fotonya banyak los yang harus ditimbun tanah ini masih kosong. Begitu juga pembangunan kios di belakang Pasar Bandarjaya sampai saat ini masih 18%. Saya agak ragu apakah akan selesai dalam waktu 40 hari lagi,” ujarnya. 
Sedangkan nilai pembangunan dua pasar tersebut masing masing Rp5,7 miliar yang berasal dari anggaran pusat. Loekman mengaku heran dengan alasan kontraktor soal lambatnya pembangunan kedua pasar itu karena mereka kesulitan mencari rangka baja akibat harga yang tidak stabil. 
Wabup pun mengultimatum jika pembangunan pasar tidak sesuai dengan draf yang ada, pihaknya meminta penegak hukum untuk menindaklanjuti  jika hasil pekerjaannya asal-asalan. 
Sementara itu, Camat Seputih Surabaya Dedy mengaku pihak kontraktor tidak ada komunikasi dengan pihaknya. “Saya selalu cek pembangunan pasar tersebut, miris pekerjanya hanya lima orang. Kalau begini gimana mau kelar pasar tersebut.” 
Kadisperindag Syarif Khusen pun menyayangkan begitu melihat laporan dari UPTD.  “Saya lihat pekerjaan sangat carut marut dan tidak profesional.  Dengan keadaan seperti ini bagaimana akan selesai, saya minta pihak kontraktor bekerja lembur dan menambah tenaga kerja. Kalau tidak, saya juga tidak yakin pembangunan kedua pasar akan selesai 100% dengan kualitas baik.” 

 

Wahyu Pamungkas









Komentar