#danadesa#pembangunan#beritalampura#desamembangun

Pembangunan Program Dana Desa di Ogancampang Dinilai Asal-asalan

( kata)
Pembangunan Program Dana Desa di Ogancampang Dinilai Asal-asalan
Kantor Desa Ogancampang, Lampung Utara. Lampost.co/Fajar Nofitra

Kotabumi (Lampost.co): Realisasi pembangunan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 di wilayah Lampung Utara dikeluhkan warga. Seperti yang ada di Desa Ogancampang, Kecamatan Abung Pekurun. Pasalnya pembangunan siring yang dilaksanakan pada pencairan dana desa tahap I dan II berada jauh dari pemukiman warga yakni di Dusun II dan III. Pengerjaan pembangunan siring tersebut juga diduga dikerjakan asal jadi.

Berdasarkan informasi yang diterima Lampost.co, Jumat, 8 November 2019 terdapat bangunan siring pasang dibuat jauh dari pemukiman dan terkesan asal jadi. Bagaimana tidak, menurut informasi yang berkembang di masyarakat, pemasangan batu disusun berdiri dengan pengerjaan asal-asalan.

"Bangunan itukan lebar 25 cm, kalau dari spek itu seharusnya disusun tidur dengan lebar bersih. Dan terlihat hanya topinya saja, karena menempel ditanah. Jadi seolah-olah pas hitungannya gitu," ujar Din, salah seorang warga setempat.

Belum lagi, tambahnya, pembangunan jembatan yang berada di Dusun II yang dibangun dengan material seperti bahan besi yang tidak sesuai spesifikasi. Sehingga warga setempat merasa kegiatan pembangunan di desanya tidak akan bertahan lama.

"Mohon kepada pihak terkait untuk dapat meninjau langsung, karena pembangunan ini menggunakan uang rakyat. Bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi atau golongan. Bagaimana akan bagus kalau materialnya saja asal-asalan. Padahal jelas itu untuk kepentingan bersama dan meningkatkan perekonomian rakyat bukan bancakan," tambah Adi, warga lainnya.

Dari hasil penulusuran Lampost.co di lapangan, banyak pekerjaan yang dilakukan pada tahun sebelumnya sudah dalam keadaanya rusak. Sehingga manfaatnya pun tidak dirasakan masyarakat dengan waktu yang lama. "Hanya bertahan sementara, seperti realisasi tahun 2017, pada rabat beton, siring pasang dan jembatan. Ya seperti yang dilihat, begitulah keadaannya. Jadi ini telah berlangsung sejak lama, bukan saat ini saja," kata Adi.

Sementara itu, Pj Kades setempat, Ibrohim enggan memberikan konfirmasi saat Lampost.co memintai keterangan terkait pembangunan di desa setempat. "Kalau mau konfirmasi, via darat (bertemu secara langsung, red) saja," ujarnya singkat saat dihubungi Lampost.co, Jumat, 8 November 2019.
 

Adi Sunaryo

Berita Terkait

Komentar