#pasarsmep#pembagianlapak

Pembagian Lapak Para Pedagang Pasar SMEP Masih Belum Jelas

( kata)
Pembagian Lapak Para Pedagang Pasar SMEP Masih Belum Jelas
Pembangunan Pasar SMEP.Dok.Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah anggota paguyuban mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya dinas terkait, mengenai kejelasan dari Pasar SMEP. Meski pembangunan sudah berjalan cukup lama, belum ada arahan bagaimana nasib dari para pedagang.

"Belum tahu kabarnya bagaimana, bahkan nanti saya dapat jatah atau tidak juga ya belum jelas. Perkumpulan juga belum ada, tapi ya berharap besar jangan sampai kami enggak dapat lapak karena ini cuma cara kami cari rezeki," kata Suminah, salah seorang pedagang yang sudah berjualan sejak 8 tahun yang lalu.

Dia menjelaskan sejak awal pembangunan enam tahun lalu pun, tidak ada pemberitahuan bagaimana nantinya para pedagang akan berdagang sementara di mana. "Dari saat dibongkar juga kami kebingungan mau dagang di mana, ya akhirnya yang Mbak lihat sekarang ini (sambil menujuk ke tempat dagangannya)," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar SMEP Sarbini juga mengaku dari 500 pedagang di pasar tersebut, 300 yang terdaftar dari paguyuban belum ada kejelasan apakah nanti dipastikan dapat tempat berdagang. "Belum tahu karena memang waktu itu katanya mau ada perkumpulan, cuma saya belum ketemu," katanya.

Dia mengaku pemkot pernah menghubungi paguyuban, hanya saja belum memberikan kejelasan seperti apa nantinya. "Karena ini kan posisinya belum jadi, kami juga belum tahu seperti apa," ujarnya.

Bahkan, untuk jumlah keseluruhan pasar tersebut berjumlah berapa, pihaknya mengaku belum ada obrolan sama sekali. Sehingga ia dan para anggota paguyuban merasa jenuh karena tidak ada kejelasan.

"Kami ya cuma sabar saja, Mbak, karena enggak jelas kaya mana ini," katanya.

Dia berharap pemkot secepatnya mau mengabarkan dan memberikan informasi yang jelas mengenai nasib ke depan para pedagang. "Dengan ada kejelasan nanti mau kaya ini, soalnya ya kami saja sekarang masih kebingungan tempat dagang berantakan seperti ini," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar