#korupsi#bansos

Bagi-bagi Jatah Hasil Korupsi Bansos Rp19 Miliar Mengalir Hingga ke BPK

( kata)
Bagi-bagi Jatah Hasil Korupsi Bansos Rp19 Miliar Mengalir Hingga ke BPK
Sidang korupsi bansos. Medcom.id/Fachri.


Jakarta (Lampost.co) -- Pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) membeberkan pembagian jatah duit hasil suap pengadaan bantuan sosial (bansos) tahap pertama pada 2020. Uang Rp19,3 miliar dibagikan ke pejabat tinggi di Kemensos sampai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Matheus mengatakan Rp1 miliar diberikan ke Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazarudin. Duit itu diberikan pada Juli 2020.

"Bentuknya dolar Singapura senilai Rp1 miliar," kata Matheus saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 7 Juni 2021.

Lalu, mengalir ke PPK Kemensos Adi Wahyono. Matheus menyebut Adi menerima uang suap bansos tahap pertama senilai Rp1 miliar melalui mata uang Singapura.

Kemudian, Matheus menyerahkan uang sekitar Rp1 miliar ke anggota BPK Achsanul Qosasih. Penyerahan melalui mata uang dolar Amerika itu diberikan pada Juli 2020.

"Saya berikan kepada orangnya beliau (Achsanul) namanya Yonda," ujar Matheus.

Dia mengatakan penyerahan uang ke Achsanul itu atas perintah Adi Wahyono. Matheus hanya memberikan uang itu karena diminta tolong rekan kerjanya.

Kemudian, mengalir ke Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras. Pemberiannya dibagi dalam empat tahap selama dua bulan. "Dari Juli dan Agustus 2020, Rp50 juta. Saya serahkan secara bertahap Rp50 juta empat kali," tutur Matheus.

Lalu, uang Rp150 juta diberikan Matheus ke Kepala Biro Kepegawaian Kemensos Amin Raharjo. Diberikan pada Juli 2020 dengan cara dua kali penyerahan. "Pertama Rp100 juta kedua Rp50 juta," kata Matheus.

Dana suap pengadaan bansos juga mengalir ke lima orang tim administrasi. Masing-masing disebut dapat Rp125 juta. 

Kemudian, mengalir ke liaison officer (LO) Kemensos pada BPK Hary Yusnanta. Hary menerima Rp250 juta.

Uang itu juga digunakan untuk membayar sebuah ponsel untuk pimpinan di Kemensos. Matheus tidak mengetahui pejabat yang dimaksud.

"Saya tidak tahu pastinya (pimpinan yang diberikan ponsel). Uangnya saya serahkan kepada Wisnu (staf) di ruangan Pak Adi Wahyono," tutur Matheus.

Uang itu juga digunakan membayar tes swab. Total, Rp30 juta dipakai tiga kali tes swab dalam kurun waktu Mei-Juni 2020.

Kemudian, digunakan membeli sapi kurban senilai Rp100 juta. Lalu, Matheus juga memberikan Rp80 juta untuk beberapa tenaga pelopor pengadaan bansos. "Untuk bayar makan dan minum dari Mei sampai Juni Rp150 juta, bertahap," kata Matheus.

Dia mengaku hanya diperintahkan menyimpan dan membayarkan kebutuhan pengadaan bansos dari dana Rp19,3 miliar tersebut. Uang itu disimpan di Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Timur.

"(Kalau diminta) pada waktu itu juga (uangnya saya ambil). Saya langsung kan dari kantor ke apartemen tidak begitu jauh," kata Matheus.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar