#ekbis#pertanian#beritalampung

Pemasaran dan Pengelolaan Hasil Pertanian Butuh Turun Tangan Pemerintah

( kata)
Pemasaran dan Pengelolaan Hasil Pertanian Butuh Turun Tangan Pemerintah
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di masyarakat yang tidak hanya mengganggu sektor kesehatan tetapi juga berdampak pada sektor peremonomian dan sosial kemasyarakatan, termaksud petani serta nelayan.

Pemerintah pun diminta untuk memberikan bantuan keberlangsungan hidup para petani dan nelayan tersebut. Apalagi saat ini sedang menyongsong era new normal atau tatanan hidup baru. Sektor-sektor vital tersebut harus ditopang agar kebutuhan pangan untuk masyarakat tetap tersedia. Sektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya serta sebagainya harus mendapatkan perhatian lebih.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap petani yang ada di Provinsi Lampung. Hal itu sesuai dengan program Kartu Petani Berjaya. Ada puluhan ribu petani yang perlu dibantu di Lampung.

"Permasalahan petani yang perlu dibantu ialah terkait pemasaran dan pengelolaan hasil pertanian," kata Kusnardi kepada Lampung Post, Senin, 1 Juni 2020.

Dia mengatakan persoalan pandemi Covid-19 belum diketahui obatnya dan belum diketahui sampai kapan pandemi ini berlangsung. Meskipun begitu, ada atau tidaknya pandemi Covid-19, para petani akan tetap menanam dan melakukan aktivitas pertaniannya. Oleh sebab itu ia mendukung bila pemerintah pusat akan memberikan bantuan kepada para petani.

"Saat ini sedang panen cabai, padi, dan sebagainya. Tapi harganya anjlok di pasaran. Pemasarannya terganggu dan daya beli masyarakatnya juga berkurang akibat Covid-19. Maka para petani perlu dibantu pemasaran dan pengolahan hasilnya," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar