#hutanregister#perhutanan#beritapesawaran

Pemanfaatan Hutan Register di Pesawaran Dapat Restu Kementerian LHK

( kata)
Pemanfaatan Hutan Register di Pesawaran Dapat Restu Kementerian LHK
Penyerahan SK pengakuan dan perlindungan Kementerian Kehutanan (KULIN KK) kepada para petani penggarap kawasan register. Foto: Dok

Pesawaran (Lampost.co): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta kepada para petani yang mengelola wilayah register agar dapat melindungi dan menjaga kelestarian hutan register.

Hal ini disampaikan Dendi, saat memberikan sambutan pada penyerahan surat keputusan (SK) pengakuan dan perlindungan Kementerian Kehutanan (KULIN KK) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah merestui pemanfaatan lahan hutan register.

"Dengan terbitnya SK ini, para petani di wilayah register mempunyai hak dan kewajiban serta mendapat status sah dari pemerintah pusat. Selain dapat memanfaatkan hutan register, para petani  juga berkewajiban melindungi kelestarian hutan register tersebut, dimana, kelompok tani yang sudah memiliki dokumen sah pemanfaatan lahan di register tersebut diberikan waktu selama 35 tahun," kata Dendi saat penyerahan SK di balai Desa Batas Jaya kecamatan Way Khilau, Jumat, 25 September 2020.

Dia mengatakan pengelolaan register ini sudah dimulai dari Register 21, Register 19, Register 20, dan Registes 18.  

"Syarat petani boleh menggarap, harus punya kelompok tanaman dan peta objek Persil. Untuk Tegalbungur, Register 18 saat ini ada kewenangan Inhutani selaku pemegang izin," katanya.

Sementara Kabag Sumber Daya Alam, Anggun Saputra, menambahkan bahwa pada kegiatan itu dilakukan penyerahan secara simbolis SK Menteri LHK tentang pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan (Kulin KK) kepada 3 Kelompok Tani Hutan (KTH), kemudian penyerahkan dokomen perbaikan verifikasi teknis objek KTH Register 21 sebanyak 20 KTH.

"Untuk KTH di register 19 yang sudah diverifikasi kemitraan konservasi sebanyak 17 kelompok," katanya.

Menurutnya, luas lahan hutan register di Pesawaran mencapai sekitar 32 ribu hektare lebih, dimana kelompok tani dapat menggarap hutan register dengan tanaman menghasilkan dan tetap menjaga tanaman keras yang berada di hutan register dan tidak melakukan pengrusakan

"Satu petani bisa menggarap dua hektare. Dengan sahnya status penggarapan hutan register ini memang sudah menjadi impian para petani sejak lama. Secara bertahap kedepan, semua kelompok tani hutan di seluruh register sudah mendapatkan izin dari Kementerian," pungkasnya. 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar