#Covid-19lampung

Pemakaman 13 Jenazah Terkonfirmasi Covid-19 di Tubaba Tidak Semuanya Ikuti Prokes

( kata)
Pemakaman 13 Jenazah Terkonfirmasi Covid-19 di Tubaba Tidak Semuanya Ikuti  Prokes
Ilustrasi:Pixabay.com


Panaragan (Lampost.co) --- Prosesi pemakaman terhadap 13 jenazah terkonfirmasi Covid-19 tidak semuanya sesuai protokol kesehatan(prokes) pemulasaraan jenazah. Berdasar data yang dihimpun Lampost.co sebanyak 13 warga terkonfirmasi positif Korona dan telah d makamkan yakni, MU warga kelurahan Mulya asri, Ny M (57) warga tiyuh Gunung agung kecamatan Gunung Terang, dan P X warga tiyuh Karta raya kecamatan Tulangbawang udik yang dimakamkan pada petang tadi, Rabu, 3 Februari 2021 dengan protokol kesehatan.

Adapun alasan dari 13 jenazah tersebut tidak menggunakan protokol pemulasaraan jenazah Covid-19 karena belum keluarnya hasil rapid test yang menunjukkan hasil positif Korona. Selain itu, ada yang mendapat penolakan dari pihak keluarga agar tidak dimakamkan dengan protokol pemulasaran jenazah Covid-19.

Pada Rabu, 27 Januari 2021, terungkap jenazah atas nama, MU (63) warga kelurahan Mulyaasri, kecamatan Tulangbawang Tengah dimakamkan oleh keluarganya tanpa protokol kesehatan meskipun telah mendapatkan rekomendasi dari rumah sakit Islam Asyifa Bandar Jaya untuk dilakukan isosalasi terhadap pasien MU.

"Sebelumnya keluarga menolak untuk dilakukan perawatan dan isolasi, dan memaksa membawa pulang dengan membuat surat pernyataan, kemudian dijemput ambulans diketahui pasien telah meninggal pada 27 Januari 2021 pukul 21.45 WIB tanpa protokol covid," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tubaba Eri Budisantoso melalui telepon, Rabu 3 Februari 2021.

Adapun riwayat pasien, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada 27 Januari 2021 datang berobat ke RS Islam Asyifa Bandar Jaya tanpa rujukan dari Puskesmas terdekat. Kemudian oleh RS dilakukan swab pada tanggal tersebut.

"Pasien sebelumnya sudah punya riwayat penyakit DM, hipertensi dan gagal ginjal. Pada saat datang ke Rs tersebut pasien merasakan sudah tidak bisa merasakan apa-apa dan sudah gelisah," ujar Eri.

Setelah dilakukan pemeriksaan rapid tes kedua kali hasilnya reaktif, lalu dilakukan kembali rapid antigen dengan hasil reaktif. Atas dasar itu, pihak rumah sakit menyarankan agar pasien dirawat sambil menjalani isolasi di RS tersebut. Namun, pihak keluarga menolaknya.

Hal yang sama juga terjadi pada pemakaman almarhum Ny. M (57) warga Tiyuh Gunungagung, kecamatan Gunungterang, meninggal pada 1 Februari 2021 di salah satu rumah sakit di Bandarjaya. Ia telah dimakamkan oleh keluarga tanpa protokol pemulasaraan jenazah Korona.

Eri juga menerangkan riwayat, Ny M sebelumnya adalah pasien rujukan dari klinik rawat inap + bersalin Jasa Medika. Adapun keluhannya sesak napas sejak dua hari sebelumnya. Kemudian dibawa ke RS Mutiara Bunda untuk dilakukan check up yang diwakili dengan rapid antibodi dengan hasil reaktif.

"Hasil swab didapatkan hasil bahwa pasien positif Covid-19, dan meninggal di RS Bandar Jaya, dengan penyakit bawaan pendarahan sel cerna bagian bawah dan anemia," ujarnya.

Eri menambahkan untuk satu warga kecamatan Tulangbawang Udik yang meninggal dan diduga akibat terpapar Covid-19, pada Rabu, 3 Februari 2021, hingga kini belum bisa memberikan keterangan sebab mesti menunggu rilis resmi dari dinas kesehatan Tubaba.


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar