#humas#jurnalistik#lampungpost

Pemahaman Nilai Berita Kunci Humas Membuat Konten Publikasi 

( kata)
Pemahaman Nilai Berita Kunci Humas Membuat Konten Publikasi 
Workshop Jurnalistik Kehumasan yang digelar Lampung Post Education Center (LPEC) di Lampung Post, Kamis (7/2/2019). (Lampost.co/ Wiji Sukamto)


BANDAR LAMPUNG (lampost.co)-- Era digital menuntut praktisi humas perusahaan dan instansi kreatif dalam menulis konten publikasi yang akan disiarkan dalam berbagai platform media, seperti media cetak, media online, maupun media sosial. Hal tersebut karena konten publikasi yang dikirim humas ke media lebih mengedepankan kepentingan organisasi daripada kepentingan publik. 

“Humas harus cermat dalam menentukan angle berita dengan berdasarkan nilai berita. Ia harus tepat mencari angle berita dari suatu peristiwa yang melibatkan organisasi sehingga pesan yang akan disampaikan dipahami pembaca,” ujar Abdul Gafur, redaktur Lampungpost.id, saat 
menjadi fasilitator pada hari ke-2 Workshop Jurnalistik Kehumasan yang digelar Lampung Post Education Center (LPEC) di Lampung Post, Kamis (7/2/2019). 
  
Abdul Gafur menekankan pemahaman tentang nilai berita menjadi kunci keberhasilan humas memuat konten publikasi. “Nilai berita seperti aktualitas harus dikedepankan dalam sebuah rilis pers. Selain itu, harus memenuhi unsur-unsur berita, memiliki kedekatan, penting, dan memuat sisi kemanusiaan,” kata Abdul Gafur.

Ia menambahkan banyak rilis pers yang dikirimkan humas perusahaan dan instansi tidak layak siar karena tidak dibuat dengan pola piramida terbalik. “Hal-hal yang penting harus disampaikan di awal naskah rilis pers, jangan malah diletakkan di akhir tulisan,” ujarnya.

Sebelumnya fotografer Lampung Post, Ikhsan Dwi Nur Satrio, juga berbagi wawasan tentang menghasilkan foto yang bagus kepada para peserta. Ikhsan menyampaikan kesalahan memotret umumnya disebabkan kesalahan pemahaman fotografer. “Posisi fotografer dalam mengambil objek lebih banyak memengaruhi bagusnya foto yang dibuat, bukan karena kamera yang bagus,” kata Ikhsan. 
 
  

Wiji Sukamto







Berita Terkait



Komentar