#EconomicCorner#Saham

Pemahaman Masyarakat Lampung Soal Saham Masih Rendah

( kata)
Pemahaman Masyarakat Lampung Soal Saham Masih Rendah
Kepala IDX Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi dalam acara Economic Corner di Metro TV Lampung.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menilai pemahaman masyarakat tentang pasar saham masih kurang. Oleh karena itu, BEI Lampung terus memberikan edukasi soal investasi pasar modal, dan keuntungan yang didapat oleh perusahaan pada saat go public atau investasi.

Kepala BEI Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi mengatakan untuk di Lampung saat ini investor saham terus mengalami perkembangan walaupun dibandingkan dengan jumlah penduduk Lampung yang 9 juta penduduk masih sangat kecil. Saat ini jumlah investor saham Lampung berjumlah 29.000 orang investor dan untuk pasar modal termasuk reksadana serta obligasi berjumlah 82.000 investor.

Baca juga: Pahami Investasi Saham dan Mendulang Untung Besar

“Memang BEI Lampung masih terus berupaya untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah yang memahami invertasi karena begitu banyaknya perusahaan dalam bentuk PT yang sangat sayang tidak dikembangkan melalui saham,” kata Hendi Prayogi dalam acara Economic Corner di Metro Tv Lampung dengan tema Mengenal Saham dan Mendulang Untung Besar, Kamis, 18 Maret 2021.

Berbicara tentang usia, lanjutnya, di tahun 2020 dan 2021 adalah tahun kebangkitannya investor milenial. Dimana jumlah investor yang bertambah adalah kalangan milenial. “Saat ini ada sekitar 30% investor yang ada di Lampung usia milenial yakni di bawah 30 tahun, kemudian 30 sampai 50 tahun sebanyak 50% dan diatas 50 tahun sekitar 20%. Dan memang sangat dikuasai oleh usia muda,” ujar dia.

Kedepan BEI akan membuat komunitas di mana isinya adalah para investor termuda dan biasanya mereka lakukan pertemuan untuk membahas, memahami dan BEI dampingi bersama perusahaan sekuritas, sehingga komunitas ini akan terarah.

“Untuk memulai investasi di pasar modal harus banyak persiapan seperti strategi  oleh investor pemula. Yang pertama lakukan menabung saham yang sama seperti nabung pada umumnya, kita beli saham secara berkala,” ujar dia.

Kemudian trading yang merupakan metode untuk investasi jangka pendek dan biasanya mereka jual beli saham dengan waktu yang sangat singkat, hal ini harus dihindari untuk investor pemula supaya alami frustasi.

“Kemudian value investing dan yang paling sering dipakai oleh investor yang sukses di Indonesia maupun di dunia dengan memilih saham yang memiliki harga wajar yang rendah. Selain itu investing atau lebih sering juga dipakai oleh para investor pemula, mereka memilih saham-saham yang bisa memberikan deviden yang cukup tinggi sehingga pada saat mereka memilih satu saham mereka beli kemudian mereka simpan dan akan langsung dikirimkan ke rekening pribadi,” katanya.

Investor pemula, tambah dia, harus tahu dan memahami secara seksama bagaimana skema membeli saham. “Perlu pelatihan khusus agar nantinya tidak salam melangkah khususnya bagi para invertor pemula yang masih milenial,” tutup dia. 

Economic Corner merupakan program mingguan Metro TV Lampung yang mengupas berbagai isu ekonomi terkini. Program ini didukung oleh IDX Lampung, FEB Universitas Lampung, Radisson Lampung Hotel, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat.

Winarko







Berita Terkait



Komentar