#pln#pemadamanlistrik#audit#bumn

Pemadaman Listrik Jadi Momentum untuk Audit PLN

( kata)
Pemadaman Listrik Jadi Momentum untuk Audit PLN
Logo PLN. Foto: Dok/Google Images

JAKARTA (Lampost.co) -- Analis Institute for Energy Economic and Financial Analysis (IEFFA) Elrika Hamdi menilai peristiwa pemadamam terlama yang terjadi hampir 30 jam sejak Minggu kemarin menjadi momentum untuk mengaudit PT PLN (Persero).
 
Elrika mengatakan audit harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu ke hilir, dari atas hingga bawah, dari perencanaan hingga ke operasional secara sistematis. "Ini waktu yang tepat untuk highlight momentum blackout PLN. Ini transparansi menuju good corporate governance PLN," kata Elrika dalam diskusi bertajuk gelapnya tata kelola ketenagalistrikan nasional, di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dirinya menjelaskan audit mulai dari perencanaan di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) apakah telah sesuai, pengadaan sesuai rencana serta pembangunan sesuai dengan kontrak yang ditandatangani.

Elrika bilang keterbukaan PLN menjadi penting untuk melihat akar masalah pemadaman tersebut. Selain itu dia juga menilai perlu adanya lembaga yang mengatur atau mengawasi PLN.

Ia membandingkan apabila di sektor migas ada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). "Memang ada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) namun bukan pada tempatnya kementerian mengawasi, karena kementerian itu membuat regulasi," tutur dia.
 
Dalam kesempatan yang sama Staf Pengajar Universitas Tarumanegara Ahmad Redi menitikberatkan kasus blackout ini karena penyalahgunaan penugasan monopoli yang diberikan. Dia bilang monopoli tersebut membuat kinerja PLN kini menjadi sorotan karena banyaknya puncuk pimpinan perseroan yang menjadi tersangka kasus korupsi. "Kalau kita lihat kasus korupsinya masalahnya selalu terkait pengadaan pembangkit," ujar Redi.
 

Medcom.id

Berita Terkait

Komentar