#kursdolar#ekbis#nilaitukar#rupiah

Pelemahan Rupiah Paksa Pengusaha Naikan Harga Produksi

( kata)
Pelemahan Rupiah Paksa Pengusaha Naikan Harga Produksi
Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pelemahan rupiah terhadap nilai tukar dollar dalam beberapa bulan terakhir harus memaksa pengusaha di Lampung untuk menaikkan harga produksinya. Sebab, kurs dolar Amerika Serikat yang terus menguat menjadikan biaya produksi yang semakin mahal.


Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung, Arie Nanda Djausal menjelaskan fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar membuat keberlangsungan usaha turut menjadi tidak stabil dan cenderung mengalami kerugian, karena ongkos produksi yang turut melonjak.

Kondisi itu memaksa berbagai sektor bisnis menaikkan harga sejak sebulan lalu, seperti pada kontruksi jalan yang meningkatkan harga hotmix hingga 40 persen. "Itu karena harga aspal naik hampir 60 persen," kata Arie kepada Lampost.co, Minggu (16/9/2018).

Dia melanjutkan, ketidakpastian kondisi ekonomi itu secara berangsur akan terus naik jika harga material, bahan baku kontruksi, dan suku cadang terus meningkat. Namun, dia mengaku tidak dapat memprediksi kondisi kedepannya, tetapi secara pasti pihak importir aspal menilai harga kedepan masih cukup tinggi.

"Jadi harga kemungkinan masih akan naik terus, seperti aspal, baja, berbagai item lainnya untuk hotmix. Kali kami tidak naikkan ya rugi, siapa yang mau menanggung rugi kami. Sekarang saja proyek kami banyak rugi dari sebagian hampir perjalanan proyek itu rugi," ujarnya.

Kendati kondisi ekonomi global yang tidak sepenuhnya hamcur, Arie berharal pemerintah Indonesia dapat cepat dan tanggap melihat situasi krisis itu. "Tentu saja pemerintah bisa membuat perekonomian stabil lagi dari kebijakan strategis yang dikeluarkan," tuturnya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar