debatKPUpesawaran

Pelayanan Publik dan Mencerdaskan Masyarakat Jadi Tema Debat Kandidat di Pesawaran

( kata)
Pelayanan Publik dan Mencerdaskan Masyarakat Jadi Tema Debat Kandidat di Pesawaran
Debat publik calon kepala daerah Kabupaten Pesawaran yang digelar di Gedung Graha Adora


Pesawaran (Lampost.co) -- Pelayanan publik dan program mencerdaskan masyarakat, menjadi tema yang diambil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran dalam gelaran debat kandidat Pasangan Calon Kepala Daerah.

Calon nomor urut 1 Nasir-Naldi, dalam program untuk mencerdaskan masyarakat, dirinya telah menyiapkan program yang menggratiskan sekolah sampai 17 tahun atau hingga jenjang perguruan tinggi.

"Kalau kami terpilih nanti, kita akan membuat program untuk menggratiskan sekolah hingga 17 tahun, artinya anak-anak Pesawaran dapat bersekolah hingga ke universitas, kalau ditanya terkait anggaran ini yang akan kita bahas kedepannya, intinya kami ingin menyelamatkan masa depan masyarakat Pesawaran," jelasnya saat menggelar konferensi pers usai debat kandidat di gedung graha adora. Rabu (25/11/2020).


Sedangkan untuk program pelayanan publik, paslon nomor urut 1, akan melakukan digitalisasi hingga ke tingkat desa, terkait dengan transparansi anggaran dana desa.


"Digitalisasi desa ini, artinya kita akan mengurai penggunaan dana desa yang digunakan di setiap desa, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung penggunaannya untuk apa saja," paparnya. 


Sayangnya, dalam penjabaran terkait digitalisasi desa ini, calon wakil bupati nomor urut 1 Naldi Rinara tidak menguasai jumlah desa yang ada di Bumi Andan Jejama, dengan mengucapkan desa di Pesawaran berjumlah 141 desa, sedangkan jumlah desa di Pesawaran 144 desa ditambah 4 desa persiapan.


Sementara itu, Paslon nomor urut 2 Dendi Ramadhona menyebut pihaknya akan mereformasi pelayanan publik dengan mengacu pada program digitalisasi dan peningkatan sumber daya manusia di lingkup pemerintahan setempat.


"Peningkatan pelayanan publik menjadi dasar terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik dan terintegrasi dengan sistem digital. Peningkatan Sumber daya manusia menjadi syarat yang harus disiapkan menuju kesana," terang Dendi dalam debat.


Selain menciptakan tata kelola pelayan publik yang baik dan transparan. Dia juga mencanangkan program pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Ditambah dengan program beasiswa bagi masyarakat terus ditingkatkan guna memberikan kesempatan yang luas untuk mengakses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Indek pendidikan di Kabupaten Pesawaran terus meningkat dari tahun ke tahun. Kabupaten Pesawaran sejak 2016 hingga 2020, wajib belajar yang mulanya enam tahun, saat ini tercapai wajib belajar delapan tahun atau rata-rata peserta didik sudah mampu mengenyam bangku SMA," pungkasnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar