#muktamarnu#unila

Pelayanan Kesehatan Unila saat Muktamar NU Diapresiasi

( kata)
Pelayanan Kesehatan Unila saat Muktamar NU Diapresiasi
Pengecekan peserta dan pengunjung Muktamar Ke-34 NU di Unila beberapa waktu lalu. Dok Humas Unila


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Universitas Lampung (Unila) sebagai salah satu tiitik pelaksanaan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) pada 22-23 Desember lalu mendapatkan apresiasi. Pasalnya, Unila dinilai mampu menyelenggarakan hajatan terbesar warga nahdiyin ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. 

Ketua Bidang Kesehatan Panitia Nasional Muktamar Ke-34 NU, KH M. Zulfikar Asad menyebut Unila telah berperan dalam menjadikan setiap acara dan tahapan berjalan dengan aman dan lancar.

“Berkat prokes ketat tersebut, tidak satu pun peserta maupun pengunjung terkonfirmasi positif covid-19,” ujarnya, Selasa, 28 Desember 2021.  

Baca: FRPKB Teken MoU dengan MA dan Kemenhan RI

 

Muktamar yang digelar di empat titik, yakni Unila, UIN Raden Intan, Universitas Malahayati, dan Pondok Pesantren Darussa'adah ini dinilai lebih sukses ketimbang pelaksanaan Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang, Jawa Timur, pada 2015 silam. 

Koordinator Panitia Lokal Muktamar Ke- 34 NU, Budi Sutomo mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari peran Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU)  Lampung, Prof. Asep Sukohar yang juga merupakan Koordinator Tim Kesehatan Muktamar Ke-34 NU.

“Hal itu tidak lepas dari latar belakang Profesor Asep yang juga sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung serta pengalaman beliau sebagai Ketua Satgas Covid-19 di lingkungan Unila,” kata dia. 

Panitia lokal Unila juga dinilai telah mengoptimalkan prosedur standar operasional (SOP). Beberapa alternatif pun sudah dirancang sedemikian rupa demi mengantisipasi jika terjadi masalah dan hambatan.

Penerapan prokes dilakukan sejak saat registrasi peserta. Para peserta melakukan registrasi secara online. Saat hadir ke Gedung Serbaguna (GSG) Unila, peserta pun diarahkan untuk check in ke pos yang sudah disediakan.

Setelah itu, peserta akan dicek suhu dan diminta mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk memindai sertifikat vaksin covid-19 dan hasil swab antigen atau PCR. Jika ditemukan hasil rapid positif maupun OTG, maka peserta akan dibawa ke RSPTN Unila. Peserta akan dimonitoring kesehatan oleh nakes yang sudah disiapkan panitia.

Sobih AW Adnan






Berita Terkait



Komentar