#pelatprov#ponxx

Pelatprov KONI Lampung Gembleng 153 Atlet

( kata)
Pelatprov KONI Lampung Gembleng 153 Atlet
Suasana rapat di KONI Lampung.Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung memastikan 153 atlet dan 60 pelatih masuk dalam pelatihan provinsi (pelatprov) atau training center (TC) jangka panjang. Atlet yang mengikuti pelatprov yang digelar mulai Januari—September 2020 itu berasal dari 23 cabang olahraga.

Pelatprov digelar sebagai ajang menggembleng para atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 10 Oktober 2020. Kegiatan dimulai pada 19 Januari 2019 hingga akhir September 2020 di sejumlah lokasi, yakni GOR Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandar Lampung, Metro, dan Pringsewu.

"Dari laporan yang sudah masuk, 23 cabang olahraga yang sudah lolos PON dengan jumlah atlet 154 orang. Dari sejumlah cabor tersebut, terdapat tiga cabang olahraga khusus, yakni senam, angkat berat, dan menembak," ujar Wakil Ketua Umum II KONI Frans Nurseto, Senin, 6 Januari 2020.

Pria yang kerap disapa Babe tersebut menjelaskan Satuan Tugas KONI Berjaya akan menggelar rapat membahas kelanjutan surat keputusan satgas untuk menyamakan persepsi. Selain itu juga akan membahas  persiapan TC dan lokasi pemusatan atlet yang akan diinapkan di mana.

Selain rapat, KONI juga akan melakukan pertemuan dengan cabang olahraga terkait TC jangka panjang tersebut. Pertemuan direncanakan digelar pekan ini.

“Kami akan menggelar rapat untuk lebih memantapkan seluruh persiapan menuju PON Papua. Kami akan berupaya menyiapkan seluruhnya dengan baik,” katanya.  

Pelatprov akan menggunakan sistem promosi dan degradasi. Artinya, nanti bisa saja  terjadi ada atlet diganti jika memang tidak ada peningkatan selama pelatprov.   

"Dalam persiapan ini, KONI akan menerapkan sistem promosi dan degradasi. Nanti juga seluruh atlet yang ikut pelatprov akan mengikuti tes fisik tahap dua pada April mendatang," ujarnya.

Dia menembahkan kegiatan tes fisik kedua sebagai langkah mengetahui pogres kemampuan fisik atlet. Dengan demikian, diketahui mana atlet yang mengalami perkembangan baik dan bisa diberangkatkan mengikuti tryout ke luar negeri.

"Jika pada waktu tes fisik tahap kedua masih belum menunjukan hasil baik, besar kemungkinan cabang olahraga tersebut akan terdegradasi dan tidak diberangkatkan pada PON Papua," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar