#perundungan#perlindungananak

Pelatihan Anti-Bullying Penting untuk Cegah Perundungan di Sekolah

( kata)
Pelatihan Anti-Bullying Penting untuk Cegah Perundungan di Sekolah
Hasil Asesmen Nasional (AN) 2021 menunjukkan 24 persen peserta didik di Indonesia pernah mengalami perundungan (bullying). Foto ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hasil Asesmen Nasional (AN) 2021 menunjukkan 24 persen peserta didik di Indonesia pernah mengalami perundungan (bullying).

Untuk itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berencana memberikan pelatihan kepada satuan pendidikan untuk menghapus perundungan.

Kasi Kelembagaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung, Mulyadi, mengatakan pelatihan itu dinilai penting. Dia menilai, kegiatan itu bisa mulai digelar pada 2023.

"Ini (pelatihan Anti-Bullying) perlu sekali, untuk mengedukasi siswa dan guru dalam upaya pencegahan perundungan," ujar Mulyadi, Kamis, 10 November 2022.

Pengamat pendidikan dari Universitas Lampung (Unila), Prof Undang Rosidin, menilai pelatihan tersebut harus dilakukan secara terus menerus dan terintegrasi dengan pendidikan agama yang mengajarkan akhlak serta budi pekerti.

"Guru agama di sekolah, pembina osis dan BK, harus mensupport mengingatkan kepada siswa jangan melakukan perbuatan bully," ujar Prof Undang.

Menurutnya, tindakan pencegahan perbuatan bullying di sekolah dapat mulai dilakukan sejak di rumah, seperti pengarahan dari orang tua dan dukungan dari masyarakat sekitar tempat tinggal.

"Ini dipengaruhi juga tontonan yang jadi tuntunan. Itu harus dikondisikan karena akan diikuti anak. Masyarakat juga harus mensupport tindakan antibully agar pencegahan lebih optimal," ujarnya. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar