#pemerkosaan#pencabulan

Pelatih Kuda Lumping Cabuli Murid di Bawah Umur

( kata)
Pelatih Kuda Lumping Cabuli Murid di Bawah Umur
Pelaku pencabulan berinisal A alias Untung diamankan Polsek sukuharjo. Dok


Pringsewu (Lampost.co) -- Jajaran Reskrim Polsek Sukoharjo mengamankan Untung (50), seorang pelatih seni kuda lumping atau sintren, karena diduga mencabuli anak didiknya yang masih di bawah umur. Modus yang dilakukan pelaku dengan berpura-pura memberi ilmu pengasihan. 

Kapolsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan mengatakan warga Pekon Banyuwangi Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, yang merupakan buruh tani harian itu diamankan di areal perkebunan Pekon Banyuwangi pada Kamis, 1 Juni 2021, pukul 20.00 WIB.

"Pelaku yang sudah berkeluarga itu tidak melakukan perlawanan saat diamakan petugas," ungkap Kapolsek Sukoharjo, mewakiki Kapolres AKBP Hamid Andri Soemantri, Sabtu, 3 Juli 2021.

Kapolsek menjelaskan, penangkapan pelaku merupakan tindaklanjut dari laporan orang tua korban pada 20 Juni 2021. Dari hasil keterangan pelapor, peristiwa pencabulan terjadi sekitar Mei 2021, usai latihan seni kuda lumpung dengan TKP pinggir sungai Pekon Banyuwangi pada malam hari.

"Modus yang dilakukan pelaku sebelum melakukan pencabulan adalah dengan mengimingi-imingi korban akan memberikan ilmu pengasihan agar saat tampil di sebuah pentas pertunjukan akan terlihat cantik dan disawer banyak orang. Namun dengan syarat korban harus mau bersetubuh dengan pelaku terlebih dahulu," ungkapnya.

"Jurus itupun megenai korban dan akhirnya korban merasa tergiur dengan iming-iming tersebut lantas menerima syarat yang diajukan pelaku sehingga terjadilah peristiwa pencabulan," lanjutnya.

Kapolsek menambahkan dari hasil pengakuan korban, awalnya biasa saja tetapi setelah beberapa waktu berlalu, korban merasa tidak tenang dan ketakutan. Rasa takut terus menjadi-jadi dan akhirnya melaporkan peristiwa pencabulan yang dialaminya kepada orang tuanya. Karena tidak terima akhirnya orang tua korban melaporkan kepada Kepolisian.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sempat melakukan hal yang sama dengan modus sama terhadap wanita lain yang sudah dewasa berinisial F (21) pada awal Mei 2021, dengan TKP yang sama juga," ungkap kapolsek.

Pelaku juga mengakui bahwa dirinya tidak memiliki ilmu kebatinan. Namun karena tergiur dengan para korban dirinya mengaku memiliki kemampuan tersebut untuk mengelabui para korban.

Pelaku dijerat dengan pasal 76 D Jo pasal 81 ayat (1) (2) dan pasal 76E Jo pasal 82 ayat (1) UU No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Winarko







Berita Terkait



Komentar