Koronacoronaviruspilkada

Pelanggaran Protokol Kesehatan saat Kampanye Naik Hampir 60 Persen

( kata)
Pelanggaran Protokol Kesehatan saat Kampanye Naik Hampir 60 Persen
Ilustrasi. Bawaslu mencatat pelanggaran protokol kesehatan covid-19 saat kampanye Pilkada Serentak 2020 naik signifikan. Medcom.id/M Rizal

Jakarta (Lampost.co) -- Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berjalan 20 hari lebih. Walau penyelenggara dan pengawas pemilu kerap mewanti-wanti, protokol kesehatan covid-19 saat kampanye tetap naik signifikan.

"Bawaslu menemukan pelanggaran kesehatan meningkat hingga dua kali lipat," kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Pelanggaran protokol kesehatan selama 6-15 Oktober 2020 atau 10 hari kedua masa kampanye mencapai 375 kasus. Sementara itu, Bawaslu mencatat pelanggaran protokol kesehatan selama 10 hari pertama kampanye sebanyak 237 kasus. Jumlah pelanggaran naik 58,2 persen.

"Angka (pelanggaran) tersebut bertambah 138 kasus," ungkap dia.

Pelanggaran tersebut telah ditindaklanjuti oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Pelanggar diberi sanksi peringatan tertulis hingga pembubaran kampanye.

Panwaslu telah menerbitkan 233 surat peringatan tertulis selama 6-15 Oktober 2020. Jumlah tersebut meningkat 163 peringatan tertulis dibandingkan periode kampanye 26 September hingga 5 Oktober 2020.

"Pada 10 hari pertama kampanye dengan 70 surat peringatan tertulis," sebut dia.

Selain itu, Panwaslu membubarkan 35 kegiatan kampanye selama 6-15 Oktober 2020. Jumlah sanksi sedikit berkurang jika dibandingkan dengan 10 hari pertama kampanye Pilkada 2020.

"Pada 10 hari pertama kampanye jumlah sanksi berupa pembubaran sebanyak 48 tindakan," ujar dia.

Winarko



Berita Terkait



Komentar