#pilkada#protokolkesehatan

Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada Bandar Lampung Bertambah Menjadi 11 Kasus

( kata)
Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada Bandar Lampung Bertambah Menjadi 11 Kasus
Pelanggaran hukum protokol Covid-19. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelanggar protokol kesehatan terus meningkat pada masa kampanye pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung. Hingga kini sudah 11 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan tiga pasangan calon.

Berdasarkan data yang dihimpun Lampost.co, pasangan nomor urut satu Rycko Menoza-Johan Sulaiman hingga kini telah empat kali ditegur karena melanggar protokol kesehatan saat kampanye.

Kemudian, paslon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung nomor urut dua Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo bertambah menjadi lima teguran. Akibatnya, masa kampanye dikurangi tiga hari mulai dari4 sampai 6 November 2020.
 
Selanjutnya, paslon nomor urut 3 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah hanya dua kali melanggar protokol kesehatan saat berkampanye tatap muka.

Berita terkait: 3 Partai Komitmen Menerapkan Protokol Kesehatan saat Kampanye 

Anggota Bawaslu Bandar Lampung Divisi Penindakan Yahnu Wiguno Sanyoto mengungkapkan pihaknya terus mengingatkan calon dan me-warning-nya untuk tidak melanggar kembali protokol kesehatan saat kampanye. "Siapa pun calon yang masih mengabaikan protokol kesehatan, Bawaslu akan memberikan sanksi pengurangan masa kampanye," ujarnya.

Sebab, sanksinya sudah jelas diatur dalam PKPU 13/2020 Pasal 88D yang menyatakan pasangan calon, partai politik atau gabungan partai politik pengusung, penghubung pasangan calon, tim kampanye, dan/atau pihak lain yang melanggar protokol diberi sanksi maksimal pemotongan masa kampanye.

"Sesuai dengan aturan, yakni larangan melakukan metode kampanye yang dilanggar selama tiga hari berdasarkan rekomendasi Bawaslu provinsi atau Bawaslu kabupaten/kota," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar