#pilkada#pemilu#politik#beritalampung

Pelanggaran Netralitas ASN di Bandar Lampung Meningkat

( kata)
Pelanggaran Netralitas ASN di Bandar Lampung Meningkat
Anggota Bawaslu Bandar Lampung Divisi Penindakan, Yahnu Wiguno Sanyoto. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilkada 2020 di Kota Bandar Lampung mengalami tren peningkatan. Total pelanggaran yang sudah ditangani Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat ada 6 pelanggaran netralitas ASN.

Terakhir Bawaslu menangani kembali dugaan ketidaknetralan ASN lurah Jagabaya III berinisial DS dan akan segera dikirimkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui Bawaslu Provinsi Lampung, Senin, 9 November 2020.

Anggota Bawaslu Bandar Lampung Divisi Penindakan, Yahnu Wiguno Sanyoto, mengatakan keenam ASN tersebut adalah bukti tegas Bawaslu dalam menangani laporan maupun temuan ketidaknetralan ASN setempat.

"Kita benar-benar menindak tegas apabila di dapat ASN tidak netral sebab kita sudah laporkan sejauh ini 6 ASN yang tidak netral ke KASN," ujarnya.

Keenam ASN tersebut merupakan kepala Bappeda yakni Khaidarmansah, lurah Kemiling Permai Wanjaya, mantan kepala SMP 16 Bandar Lampung Purwadi, dan 2 orang PNS atau guru di SMP 16 Bandar Lampung, dan terakhir lurah Jagabaya III berinisial DS.

"Pelanggaran netralitas ASN kepada instansi yang berwenang untuk memberikan sanksinya sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5/2014 tentang ASN, yaitu Komisi Aparatur Sipil Negara," pungkasnya.

Dia mengatakan saat ini Bawaslu Bandar Lampung belum mendapatkan balasan dari KASN. Sebab, butuh proses untuk ditindaklanjuti nantinya Bawaslu hanya mendapatkan surat tembusan dari KASN yang ditujukan kepada kepala daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar