#pelanggaran#lalulintas#beritalampung

Pelanggaran Lalu Lintas di Tulangbawang Meningkat Drastis

( kata)
Pelanggaran Lalu Lintas di Tulangbawang Meningkat Drastis
Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi menunjukan barang bukti saat konferensi pers akhir tahun di mapolres setempat, Senin 30 Desember 2019. (Ferdi Irwanda).

Menggala (Lampost.co) -- Pelanggaran lalu lintas di Tulangbawang tahun ini meningkat drastis. Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi mengungkapkan peningkatan pelanggaran naik lebih dari 100 persen.

Selain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu klintas melonjak dari tahun sebelumnya.

Hal itu terbukti berdasarkan rilis yang disampaikan saat menggelar konferensi pers akhir tahun di mapolres setempat, Senin, 30 Desember 2019.

Syaiful menjelaskan, selama tahun 2019 Satlantas Polres Tulangbawang menindak 18.000 pelanggar dengan memberikan sanksi berupa tilang dan melakukan teguran 3.964 pelanggar.

Jumlah pelanggaran dengan sanksi tilang meningkat dari tahun sebelumnya yakni 8.859. Sementara untuk teguran mengalami penurunan.

"Jumlah sanksi tilang tahun ini naik 103 persen dari 8859 di tahun 2018 menjadi 18000. Kalau teguran menurun 21,4 persen dari 5048 di tahun 2018 menjadi 3964 di tahun ini," katanya.

Dia menjabarkan, barang bukti penindakan berupa sanksi tilang di tahun 2019 berupa 4140 keping SIM, 13251 lembar STNK, 7501 unit kendaraan sepeda motor, dan 9658 unit kendaraan roda empat atau mobil.

Syaiful menjelaskan, kejadian kecelakaan lalulintas tahun ini berjumlah 119 kasus. Ia merinci, korban meninggal dunia 40 orang, korban luka berat 43 orang, dan korban luka ringan 141 orang dengan kerugian meteril Rp1.175.200 000.

Sedangkan di tahun 2018 berjumlah 97 kasus, dengan rincian, korban meninggal dunia 36 orang, korban luka berat 29 orang, dan korban luka ringan 78 orang. Sementara kerugian materil mencapai Rp753.100.000.

"Kasus laka naik 22 kasus atau 22,6 persen, korban meninggal dunia naik empat orang atau 11 persen, korban luka berat naik 14 orang atau 48,2 persen, dan korban luka ringan naik 63 orang atau 80,7 persen dengan kerugian materil naik Rp422 100 000 atau 56 persen," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar