#protokolkesehatan#beritalampung#wabahcovid-19

Pelanggar Protokol Kesehatan Siap-siap Dijerat Pidana

( kata)
Pelanggar Protokol Kesehatan Siap-siap Dijerat Pidana
Ilustrasi - Medcom.id

Jakarta (Lampost.co): Polri bakal menindak tegas pelanggar protokol kesehatan pencegahan virus korona (covid-19). Upaya itu dilakukan kepada pelanggar yang membandel.

"Apabila sudah kita ingatkan beberapa kali tidak mau dan tetap melanggar, penerapan undang-undang mau tidak mau, suka tidak suka akan kita lakukan," kata Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dalam keterangan tertulis, Minggu, 13 September 2020.

Gatot menyebut ada beberapa pasal yang bisa diterapkan kepada warga yang tidak disiplin protokol covid-19. Yakni, Pasal 212, 216, dan 218 KUHP.

Pasal 212 KUHP memuat aturan hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun empat bulan atau denda maksimal Rp4.500. Aturan itu bisa dikenakan bagi pelanggar yang berusaha melawan seorang pejabat yang tengah menjalani tugas.

Pasal 216 KUHP mengatur soal seseorang yang berusaha mencegah, menghalangi, dan menggagalkan tugas seorang pejabat berwenang. Pelanggar terancam pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda maksimal Rp9.000.

Pasal 218 KUHP dikenakan bagi pelanggar yang melakukan kerumunan dengan sengaja tidak pergi setelah tiga kali diberikan peringatan oleh pihak berwenang. Ancaman berupa pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu dan denda paling banyak Rp9.000.

Selebihnya Polri akan menegakkan aturan sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dan sebagainya. "Kalau itu memang harus kita terapkan, kita akan terapkan. Kita akan lebih tegas dalam penindakan hukum," ujar Gatot.

Gatot menyebut Polri telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait penerapan aturan itu. Polri juga mendorong penegakan disiplin protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan lain.

"Kita terus akan melakukan secara masif membantu kesadaran kolektif melalui komunitas menjadi agen-agen yang menjadi contoh dan tauladan yang memberikan disiplin kepada komunitasnya. Supaya terhindar dari penyebaran virus korona," jelas Gatot.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar