klasterperusahaancovid-19pelakuusaha

Pelaku Usaha Tekan Klaster Perusahaan

( kata)
Pelaku Usaha Tekan Klaster Perusahaan
Ilustrasi.Dok


LAMPUNG TENGAH (Lampost.co) -- Wakil juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Lampung Tengah yang juga Kepala Dinas Komunikasi Informasi Nila Kelana, mengatakan Gugus tugas difasilitasi Pemkab Lamteng berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan besar dan perbankan, Rabu, 2 Desember 2020.

Pertemuan tersebut untuk bergotong royong dalam penanggulangan klaster perusahaan. 

Rapat yang dipimpin Pj. Sekda Lamteng Nirlan itu, perwakilan perusahaan-perusahaan besar dan perbankan yang ada di Lamteng telah bertemu dan membuat komitmen untuk bersama-sama menanggulangi penyebaran Covid-19. 

Menurut Nila, saat ini hasil rapat tengah dirumuskan dan datanya akan dilengkapi untuk bahan laporan. Satgas juga sepakat setiap Senin akan menggelar konferensi pers dan menyampaikan segala sesuatu berkaitan dengan Covid-19 kepada masyarakat. 

"Kalau data lengkapnya, mulai langkah-langkah yang terinci dan perkembangan kasus, akan disampaikan tiap Senin," kata dia. 

Terkait sejumlah isu yang berkembang, diantaranya mengenai lockdown yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar, Nila dengan tegas membantah. 

Menurut Nila, tidak ada lockdown. Meski demikian, Pemkab mendapat laporan dari kalangan usaha dan perbankan, bahwa pelaksaan protokol kesehatan secara ketat sudah dilakukan manajemen perusahaan sejak virus merebak. 

Kalangan usaha dan perbankan juga menyatakan kesiapannya mendukung penuh upaya penanggulangan yang dilakukan gugus tugas maupun Pemkab. Bahkan, para pelaku usaha membuka diri jika RSUD Demang membutuhkan bantuan untuk penanggulangan. 

"Mereka menerapkan protokol kesehatan yang ketat cukup lama. Untuk mengantisipasi penyebaran, karena kalau tidak begitu bisa saja ditutup dan dampaknya mereka sendiri yang rugi, " terangnya. 

Isu lain, terkait adanya petinggi PT. GMP meninggal karena Covid-19, Nila mengatakan tidak ada laporan semacam itu. Sejauh yang diketahuinya, ada dua orang di GMP yang terpapar. Di perusahaan lain, BTS, ada 181.

"Data perkembangannya pasti sedang dilengkapi dan akan disampaikan Senin nanti," kata Nila.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar