#omicron#lampung#covid-19

Pelaku Usaha Perhotelan dan Restoran di Lampung Antisipasi Omicron

( kata)
Pelaku Usaha Perhotelan dan Restoran di Lampung Antisipasi Omicron
Petugas hotel menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung sebelum masuk kedalam hotel. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku usaha perhotelan dan restoran di Provinsi Lampung siap mengantisipasi penularan covid-19 pada gelombang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Pihaknya siap menerapkan protokol kesehatan secara melekat dan mengikuti aturan serta instruksi dari pemerintah. Apalagi saat ini dunia sedang dihebohkan dengan Omicron atau varian terbaru dari virus corona penyebab covid-19 yang baru saja diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Varian Omicron kedalam kategori variant of concern (VoC), tanpa melalui kategori variant of interest (VoI). VoC merupakan kategori tertinggi untuk varian virus Covid-19 terkait penularan, gejala penyakit, risiko infeksi ulang, dan efek vaksin. 

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Persatuan Hotal dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Lampung, Friandi Indrawan, mengatakan  jajarannya senantiasa mengikuti aturan dan instruksi dari pemerintah. 

"Intinya protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara melekat diterapkan," katanya kepada Lampost, Kamis, 2 Desember 2021.

Baca juga: Omicron 5 Kali Lebih Menular Dibanding Delta

Friandi melanjutkan terkait dampak bisnis wisata, penginapan, kuliner dan lainnya pada akhir tahun, ia berharap bisa tertutupi dengan okupulasi kedatangan tamu dari domestik. Namun, yang pasti protokol kesehatan wajib diterapkan. Selanjutnya, para pelaku usaha perhotelan dan restoran sudah menerapkan scan barkode aplikasi peduli lindungi. Apabila ada pengunjung tidak taat protokol kesehatan maka tidak boleh masuk.

"Kami sudah terbiasa menghadapi Nataru ditengah pandemi, kunjungan wisatawan lokal sebanyak 50% saja sudah alhamdulillah," ujar Friandi. 

Baca juga: Warga Metro Diimbau Perketat Prokes Antisipasi Varian Omicron

Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Provinsi Lampung yang langsung ditandatangani Arinal Djunaidi tanggal 29 November 2021. Instruksi tersebut berlaku pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung, Riduan, menyampaikan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung pada Oktober 2021 tercatat 53,33 persen, naik 6,62 poin dibanding TPK hotel pada September 2021 yang tercatat sebesar 46,71 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2020, TPK hotel berbintang turun sebesar 0,96 poin.

"Hunian kamar hotel berbintang naik, kebanyakan diisi tamu domestik," kata Riduan. 

Jumlah tamu selama Oktober 2021 yang menginap di hotel berbintang mencapai 69.910 orang, terdiri dari 53 tamu asing dan 69.857 tamu domestik. Kondisi ini mengalami kenaikan sebanyak 10.856 orang (18,38 persen) dibandingkan September 2021 yang tercatat 59.054 orang.

"Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) pada hotel berbintang di Provinsi Lampung selama Oktober 2021 tercatat 1,28 hari, turun 0,03 hari dibanding RLMT hotel berbintang pada September 2021 yang tercatat sebesar 1,31 hari," ujarnya. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar