#usaha#pariwisata#hiburan#ruangisolasi#covid-19

Pelaku Usaha Pariwisata dan Hiburan Diminta Menyediakan Ruang Isolasi

( kata)
Pelaku Usaha Pariwisata dan Hiburan Diminta Menyediakan Ruang Isolasi
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.Dok. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) --Pemerintah Provinsi Lampung meminta para pelaku usaha di bidang jasa dan pariwisata menyiapkan ruang isolasi saat kembali membuka bisnisnya. Hal itu merupakan salah satu panduan standart operating procedure (SOP) tempat wisata dan hiburan yang sedang disusun Dinas Kesehatan Lampung.

Ruang isolasi harus tersedia di lokasi pariwisata dan tempat hiburan, seperti klub malam, karaoke, kafe, wisata kolam renang, dan tempat lainnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta agar Dinas Pariwisata melakukan inventarisasi tempat wisata untuk segera menjalankan penanganan SOP Covid-19. "Saya minta diinventarisasi dibuat SOP di tempat pariwisata, sebelum mereka buka," katanya saat malam apresiasi atas diterimanya penghargaan lomba inovasi daerah dari Kemendagri di rumah pribadinya, Way Halim, Senin malam, 22 Juni 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana mengatakan ruang isolasi berguna jika ada pengunjung terindikasi Covid-19. Ruang isolasi tersebut juga harus disertakan dengan  petugas medis full APD.

"Jika ada kendala, ada penanganan cepat di ruang isolasi. Ini harus disediakan nanti oleh pelaku usaha pariwsata maupun ekonomi (sektor makanan, kafe)," ujar Reihana.

Tak hanya untuk menangani pengunjung yang terindikasi positif atau reaktif, ruang isolasi juga dijadikan sebagai tempat screening. Dalam artian, jika ada pengunjung saat dicek suhunya di atas 37 Celsius agar diberikan jeda terlebih dahulu kemudian dilakukan pengecekan kembali.

"Tempat usaha dan wisata, nanti kita buatkan hotline covid agar langsung bisa ditangani ke rumah sakit rujukan," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lampung Edarwan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan asosiasi sektor pariwasata dan pelaku usaha lainnya. Pihaknya juga sudah mengirimkan panduan penanganan covid di sektor pariwisata.

"Kami akan edukasi ke sektor pariwisata dan sudah koordinasi juga dengan Dinas Kesehatan," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar