#hargapangan

Pelaku Usaha Kuliner Kesulitan Hadapi Gejolak Harga Sembako

( kata)
Pelaku Usaha Kuliner Kesulitan Hadapi Gejolak Harga Sembako
Pelaku usaha kuliner kesulitan hadapi gejolak harga sembako. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gejolak sejumlah kebutuhan bahan pokok hingga saat ini masih belum menunjukkan perbaikan. Mulai dari minyak goreng, cabai, hingga berbagai jenis sayuran, terus mengalami kenaikan harga.


Kondisi itu dirasa sangat menyulitkan para pedagang, khususnya olahan makanan.

Salah satu pemilik warung Pecel Lele Lamongan, Miftachuddin, mengaku di tengah kondisi gejolak harga itu, dia sempat mempertahankan harga normal untuk menjaga pelanggan. Namun, ternyata dia harus merasakan kerugian.

Sebab, modal gang dikeluarkan meningkatkan akibat kenaikan bahan pangan, sedangkan keuntungannya menipis. Sementara, sebagian besar keuntungan yang didapat hanya habis untuk membayar upah pegawai.

"Sempet tetap di harga normal, karena kami pikir kenaikannya tidak lama. Ternyata harga seperti tomat, terong, kol, timun, ikut naik," ujar warga Panjang itu, Jumat, 24 Juni 2022.

Akibatnya, ia memutuskan sedikit menaikan harga. Hal itu untuk menjaga usahanya tetap jalan dan bisa membayar upah pegawai.

Meski tak mendapatkan komentar keberatan langsung dari pelanggan, ia merasakan jumlah konsumen yang datang mengalami penurunan. Kondisi itu membuatnya harus tutup lebih larut untuk menghabiskan porsi dagangan.

"Untungnya masih tipis tapi mendingan dari pakai harga normal," ungkap pemilik Warung Ragil Lamongan di Jalan Yos Sudarso, Sukaraja itu.

Menurutnya, tidak hanya dia yang mengalami kesulitan tersebut. Rerata pedagang warung lamongan memilih menaikkan harga agar tetap mendapatkan untung.

Ia berharap, pemerintah bisa cepat memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Terlebih, usaha pedagang baru mulai bergeliat kembali usai terdampak pandemi dalam dua tahun terakhir.

"Apalagi kalau warung pecel lele ini yang jadi andalan kan sambalnya. Tentu sangat butuh cabe dan tomat sebagai bahan utama," tuturnya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar