#pelakuusaha#lamsel

Pelaku Usaha di Lamsel Merugi Akibat Pemadaman Listrik

( kata)
Pelaku Usaha di Lamsel Merugi Akibat Pemadaman Listrik
dok Lampost.co

Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah pelaku usaha di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan mengeluhkan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan. Pemadaman berlangsung cukup lama yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB pada Rabu, 10 Maret 2020.

"Akibat pemadaman yang cukup lama dan tanpa pemberitahuan, membuat usaha kami terganggu dan akhirnya merugi.  Seharusnya PLN memberitahu,  sehingga kami bisa antisipasi, " kata pemilik usaha fotokopi di Desa Sri Pendowo,  Kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan, Heri,  kepada Lampost.co,  Rabu sore,  11 Maret 2020.

Berita Terkait: Pemadaman Listrik Buat Warga Lampung Kepanasan

"Percuma nyala jam 4 sore.  Usaha kita ramainya pagi sampai siang saja, karena dekat dengan lembaga pendidikan tingkat SD/SMP dan SMA, " ujar Heri kesal.

Hal serupa diungkapkan Arman,  pemilik usaha percetakan foto di jalan lintas pantai timur (jalinpantim) Desa Pematangpasir,  Kecamatan Ketapang.  Ia mengeluhkan pemadaman listrik secara mendadak sehingga tokonya terpaksa tutup.

"Usaha saya kan menggunakan listrik sepenuhnya, kalau seperti ini pelanggan kan dirugikan,  kalau nunggak diputus,” tutur Taslim.

Menurut dia, pengelolaan PLN sudah tidak profesional, sementara tarif listrik terus naik dan jika menunggak akan dicabut.

”Listrik kebutuhan penting. Bayangkan tujuh jam listrik padam. Lalu PLN hanya meminta maaf tapi tidak memberikan kompensasi bagi pelanggannya,” ungkap Arman.

Sebelumnya, Manajer Komunikasi PT PLN UID Lampung Junarwin mengatakan pemadaman listrik terjadi akibat gangguan yang mengakibatkan sistem Lampung lepas dari suplai Bukit Asam.

"Gangguan sedang ditelusuri untuk percepatan recovery. Demikian info sementara dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," pungkasnya.

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar