#pajak#pemkot

Pelaku Usaha Beromzet di Atas Rp1 Juta per Hari Pakai Tapping Box

( kata)
Pelaku Usaha Beromzet di Atas Rp1 Juta per Hari Pakai Tapping Box
Ilustrasi. Tapping box. Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memberlakukan penggunaan alat perekam transaksi atau tapping box, terutama terhadap usaha besar yang memiliki gedung permanen dan terdata sebagai objek pajak.

Kemudian pemakaian tapping box saat ini difokuskan pada usaha hotel, restoran/rumah makan, tempat hiburan, dan pakir, dengan jumlah total tapping box yang telah terpasang sebanyak 500 unit.  

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung Yanwardi mengatakan, tempat usaha yang dapat menggunakan alat tersebut dengan omzet per hari di atas Rp1 juta.  

"Untuk usaha dengan omzet di bawah Rp1 Juta per hari tidak perlu pakai tapping box dan ini juga difokuskan pada usaha hotel, restoran/rumah makan, tempat hiburan dan parkir," ujarnya, Senin, 28 Juni 2021.

Pemakaian tapping pada tempat usaha juga bisa mengajukan secara pribadi melalui BPPRD setempat.  

"Pemilik tempat usaha yang merasa belum terdata dan ingin berpartisipasi untuk pembangunan Kota Bandar Lampung, bisa mengajukan diri pakai tapping box.  Seperti waktu lalu ada tempat usaha yang proaktif ingin dipasang tapping box, nanti kami fasilitasi," kata dia.  

Artinya dengan kriteria yang disebutkan tadi pemilik tempat usaha dengan omzet di atas Rp1 Juta bisa mengajukan diri untuk memakai tapping box.

"Karena nantinya juga Pemkot akan menambah lagi alat sekitar 200 unit. Namun kami (BPPRD) masih menunggu persetujuan pimpinan menambah alat itu," ujar dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar