#pencabulan#asusila#pelecehanseks

Pelaku Sempat Mengancam akan Mencincang NF

( kata)
Pelaku Sempat Mengancam akan Mencincang NF
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- S (51), ayah korban NF (14), turut diperiksa di Mapolda Lampung pada Selasa, 7 Juli 2020, terkait anaknya yang diduga jadi korban pencabulan dengan terlapor oknum P2TP2A Lampung Timur berinisial DA. Penyidik melontarkan 13 pertanyaan kepadanya.

Menurut S, DA sudah lima kali menginap di rumah S selama masa pendampingan ketika menjadi korban pencabulan. Dia sama sekali tak menyadari kalau pelaku kerap menggagahi anaknya ketika menginap.

"Saya malah enggak pernah tahu, tahunya dari pamannya (kerabat) yang mendapat cerita dari anak saya, terus ke saya. Awalnya saya enggak percaya pas saya tanya anak saya, dia baru berani ngomong," ujarnya.

S pun mengatakan kalau anaknya mendapatkan ancaman dari pelaku agar tidak menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tuanya. Bahkan, anaknya menunjukkan trauma, yakni sering mengigau pada malam hari.

"Jangan sampai orang tuamu tahu, kalau tahu saya cincang, saya patah-patahkan," katanya menirukan pelaku saat mengancam anaknya.

Kejadian terakhir pada Minggu malam, 28 Juni 2020, terlapor menginap dan ketiganya berada dalam satu rumah. Namun, orang tua korban tak mengetahui dugaan perbuatan bejat pelaku. "Kalau tahu (dicabuli) mustahil saya diam," katanya.

Korban juga menjanjikan akan mengurus untuk memasukan dan mendaftarkan NF ke SMP negeri di Lampung Timur. "Anak saya sudah daftar, waktu itu katanya kurang surat pengantar enggak mampu, (dibantu terlapor)," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar