#PPKMDARURAT#PELABUHANBAKAUHENI

Pelaku Perjalanan di Pelabuhan Bakauheni Turun 35 Persen

( kata)
Pelaku Perjalanan di Pelabuhan Bakauheni Turun 35 Persen
Kondisi pelabuhan Bakauheni lengang usai hari ketiga penyekatan kendaraan dari Pulau Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Rabu (7/7/2021). Lampost.co/Aan Krido


Kalianda (Lampost.co) --  General Manager PT ASDP cabang Bakauheni, Captain Solikin mengungkapkan pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali berdampak terhadap penurunan produksi harian penumpang dan kendaraan dari Bakauheni ke Merak.

“Untuk  Penumpang pejalan kaki yang biasanya sekitar 1.200 orang per hari turun 35 persen, bus turun 28 persen, dan kendaraan pribadi 19 persen," ujarnya di ruang kerja, Rabu, 7 Juli 2021.

Di sisi lain, Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengungkapkan kondisi pintu masuk pelabuhan sudah kondusif pada Rabu, 7 Juli 2021. Diberitakan sebelumnya, sejumlah penumpang Bus AKAP dan kendaraan pribadi yang tidak mempunyai surat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama dan hasil tes negatif  PCR (2x24jam) atau hasil tes negatif antigen (1x24jam), harus balik kanan ke daerah asal tanpa ada kompromi.

"Kecuali angkutan logistik, cukup menunjukkan surat hasil tes negatif PCR atau Antigen, sudah boleh menyeberang," kata Kapolres saat mendampingi Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dan Dandim 0421/Lampung Selatan meninjau titik penyekatan pelaku perjalanan dari Sumatera ke Jawa  di Pelabuhan Bakauheni,  Rabu, 7 Juli 2021.

Baca juga :Ratusan Kendaraan Tujuan Lampung Tertahan di Pelabuhan Merak

Ia menjelaskan untuk  mengantisipasi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni yang terjadi seperti Selasa malam (6/7/2021), maka pada Rabu (7/7/2021) tiga jalur utama menuju Pelabuhan Bakauheni mulai dilakukan penyekatan. Seperti di ruas jalan tol Mesuji, Jalinteng kabupaten Lampung Tengah, dan ruas jalinbar Menggala atau Way Kanan.

"Di sana mulai dilakukan penyekatan. Tidak punya kartu vaksin dan antigen penumpang kendaraan balik kanan. Lebih baik di rumah saja masyarakat akan lebih aman," ujarnya.

Baca juga :Pemudik Tujuan Bakauheni Mulai Menurun

Edwin menambahkan program PPKM Darurat selama dua pekan ini diharapkan dapat mencapai target penurunan kasus konfirmasi harian kurang dari 10.000 per hari. Selain itu, PPKM juga dapat mengurangi mobilitas masyarakat.

"Kalau belum ada kartu vaksin dan hasil tes PCR atau antigen. Udahlah  tidak usah ke Jakarta. Lebih baik jaga kesehatan, cukup di rumah saja," kata Kapolres Lampung Selatan.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar