penembakanregister45

Pembunuh Komang Tiste Dikenal Sebagai Preman

( kata)
Pembunuh Komang Tiste Dikenal Sebagai Preman
Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol M Barly. Lampost.co/Asrul

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mardi (29) pelaku pembunuhan Komang Tiste di Register 45 dikenal sebagai preman. Warga Banjarmargo, Tulangbawang tersebut juga masuk DPO sejak 2014 karena terlibat kasus penganiayaan, pengeroyokan, dan pembunuhan.

Berdasarkan catatan kepolisian, ada tiga laporan kejahatan sejak 2014, yakni DPO LP/X/Polda Lampung/Polres Mesuji/SPKT tanggal 12 Oktober 2014 Tindak Pidana 365 Ayat 4 KUHP. Kedua LP / 382-B / XII / 2019 / Polda Lampung / Resor Mesuji / SPKT, Tanggal 25 Desember 2019 Tentang Tindak Pidana 170 KUHP Subs UUDRT No 12 Tahun 1951. 

Baca juga: Ini Kronologi Penembakan Komang Tiste di Register 45

Ketiga, LP / 38-B / I / 2020 / Polda Lampung / Resor Mesuji  / Sek Tanjung Raya, tanggal 20 Januari 2020 Tindak Pidana 338 KUHP Subs 340 KUHP.

"Tanggal 25 Desember 2019 itu penganiayaan, melukai korban dengan tombak dan melakukan penembakan, tapi tidak meninggal (korban). Pada 2014 pelaku menganiaya korban dengan godam palu hingga korbannya meninggal, lalu yang terakhir di awal 2020 korbannya Komang Tiste menggunakan senpi," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol M Barly, Senin, 27 Januari 2020 di Mapolda Lampung.

Dugaan sementara motif Mardi menembak Komang Tiste lantaran masalah sengketa tanah, namun bukan sengketa antarkelompok melainkan konflik pribadi.

"Yang bersangkutan memang preman," ujar alumnus Akabri 1993 itu.

Sementara Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan Mardi terpaksa ditembak oleh tim gabungan Subdit III Jatantas Ditreskrimum Polda Lampung, Polres Mesuji, Polres Tulangbawang lantaran melawan bahkan membahayakan petugas, pada Sabtu 26 Januari 2020, sekitar pukul 19.00

"Pelaku sudah teridentifikasi saat bersembunyi. Kemudian tim gabungan melakukan pengejaran terhadap pelaku sampai di Pom Bensin Menggala. Pelaku ketika hendak ditangkap menabrak anggota, sesuai dengan Perkap 1 Tahun 2009, terpaksa diambil tindakan tegas terukur dan terarah," ujarnya.

Petugas menyita satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, sebutir amunisi kaliber 5,56 mm, dan satu butir selongsong.

Winarko



Berita Terkait



Komentar