#beritalampung#beritalampungterkini#pelecehanseksual#asusila

Pelaku Pelecehan Seksual Ancam Menyebarluaskan Video Asusila Korban

( kata)
Pelaku Pelecehan Seksual Ancam Menyebarluaskan Video Asusila Korban
Ilustrasi. Dok


Sukadana (Lampost.co) -- AK, salah seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Lampung Timur, menjadi korban pelecehan seksual. Korban melaporkan pelaku pelecehan dengan dibarengi pengancaman ke Polres Lamtim.

FR, pelaku , warga Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Pelaku yang melancarkan akasi bejatnya di perkebunan samping rumahnya juga mengancam korban akan menyebarkan video asusilanya.

Baca juga: Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Petani Kopi di Banjit 

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu Johannes Erwin Parlindungan Sihombing saat dikonfirmasi Lampost.co, Selasa, 15 November 2022, membenarkan adanya laporan tersebut. "Kami cek tadi, benar ada laporan masuk terkait kasus itu. Berdasar laporan tersebut, pelecehan tersebut terjadi Sabtu, 22 Oktober 2022, sekitar pukul 21.00 WIB," ujarnya.

Setelah itu, sang ayah korban inisial RN (37) melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lampung Timur. "Tepatnya kemarin, sang ayah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lampung Timur," katanya.

Sampai saat ini pihaknya masih mengejar pelaku. "Saat ini kasus ditangani Unit PPA Polres Lampung Timur dan kami juga baru terima laporan. Jadi masih kita dalami kasus ini. Untuk pelaku, saat ini masih dalam tahap pengejaran," ujarnya.

Dia menjelaskan modus FR dengan mengancam akan menyebarkan video asusila milik korban jika tidak melayani nafsu bejatnya. "Jadi sebelum kejadian itu, pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp. Pelaku mengajak AK untuk memenuhi nafsu bejatnya, tapi korban menolak. Pelaku mengaku memiliki video asusila korban," katanya.

Menurut dia, pelaku mengancam akan menyebarkan video asusila korban apabila korban tidak menuruti keinginannya. Karena takut video miliknya disebarluaskan, akhirnya korban menuruti kemauan pelaku.

"Akhirnya malam itu korban mengiyakan kemauan pelaku karena takut. Pelaku melancarkan aksinya di perkebunan samping rumahnya," ujarnya.

Dia menjelaskan pelaku bisa dikenakan sanksi pidana kejahatan perlindungan anak. "Pidana kejahatan perlindungan anak UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016, Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 UU 17 Tahun 2016 dan atau pasal 82 UU 17 Tahun 2016," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar