#pencabulan#asusila#beritalampung

Pelaku Pelecehan Anak Harus Dihukum Berat

( kata)
Pelaku Pelecehan Anak Harus Dihukum Berat
Ilustrasi pelecehan terhadap anak. (Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Wahyu Widiatmiko menegaskan pelaku kasus pelecehan anak harus dihukum seberat-beratnya, apalagi jika pelaku adalah kerabat terdekat dari korban. Pihaknya mengecam semua perbuatan pelaku kekerasan terhadap anak. 

"Banyaknya kasus kekerasan pada anak menjadikan kami sangat fokus kepada kehidupan anak. Kasus yang paling miris jika adanya kasus kekerasan atau pelecehan yang dilakukan oleh kerabat," kata Wahyu melalui telepon, Senin, 10 Januari 2022. 

Dia melanjutkan dari segi penegakkan hukum pihaknya meminta seluruh kasus kekerasan anak diproses sesuai hukum yang berlaku dan hukumannya harus seberat-beratnya.

"Karena dalam undang-undang jika yang melakukan kekerasan adalah keluarga atau kerabat terdekat, maka akan ditambahkan hukuman hingga 2/3 dari hukuman yang diterima," ujar Wahyu. 

Baca juga: 5 Pelecehan Seksual Menyerang Anak Lamteng dalam Sepekan

Dia juga menjelaskan kasus kekerasan pada anak harus dijadikan sebagai isu yang paling serius untuk diselesaikan. 
"Butuh perhatian khusus dari pemerintah, polisi, hingga masyarakat untuk mengatasi masalah ini," katanya. 

Wahyu melanjutkan peran kerabat dan masyarakat sangat besar, karena berperan dalam memperhatikan dan memantau tumbuh kembang seorang anak. 

"Kerabat dan tetangga bisa menjadi pemantau jika dirasa ada yang berbeda pada seorang anak dan harus dilaporkan," jelas dia. 

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung dan 15 kabupaten/ kota untuk melakukan perlindungan dan penyembuhan psikis akibat trauma yang dialami. 

"Jika ada korban anak, maka kami koordinasi dengan dinas untuk lakukan pendampingan hingga pelayanan sehingga anak ini akan mendapatkan perhatian. Upaya kami agar psikis anak jangan sampai rusak," ujar Wahyu. 

Wahyu juga memaparkan pada 2021 pihaknya menerima lebih dari 100 kasus kekerasan pada anak. 

"Dan pada 2022 ada laporan sebanyak 15 kasus kekerasan anak yang kami tangani. Namun, memang kebanyakan untuk laporan ada di LPA 15 kabupaten/ kota," katanya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar