#zakat

Pelaksanaan ZIS Dilakukan Terintegritas

( kata)
Pelaksanaan ZIS Dilakukan Terintegritas
Ilustrasi. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Umat Islam diminta agar menyegerakan  membayarkan zakat fitrah/profesi/mal, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meringankan masyarakat (mustahik) yang terdampak pandemi corona virus disease 2019 atau covid-19. Bahkan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung telah mengeluarkan Maklumat Nomor: B-026/DP.P-IX/IV/2020 tentang Ibadah di Bulan Ramadan dan Idulfitri 1441 H/2020 M dalam Kondisi Pandemi Covid-19.

MUI Lampung mengimbau umat menyegerakan pembayaran ZIS tersebut. Kemudian dalam melaksanakan tugasnya, amil zakat harus meminimalkan kontak fisik langsung, seperti berjabat tangan dan tatap muka ketika penyerahan zakat, diupayakan jika memungkinkan melakukan layanan jemput zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta transfer layanan perbankan.

"Imbauan pemerintah harus ditaati dengan saksama. Karena penyebaran pandemi virus korona tidak bisa diprediksi datangnya, mencegah jauh lebih utama," kata Ketua Umum MUI Lampung, Khairuddin Tahmid, kepada Lampost.co, Senin, 27 April 2020.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga mengeluarkan surat nomor: 451/1356/06/2020 tentang Pelaksanaan Zakat Fitrah/Profesi/Mal, Infak, dan Sedekah tertanggal 23 April 2020 yang ditujukan kepada bupati/wali kota, kepala kanwil/badan/dinas/kantor/instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD/perum/perjan, dan perusahaan swasta se-Lampung.

Dalam surat tersebut disampaikan pelaksanaan pengumpulan dan pendayagunaan zakat fitrah/profesi/mal, infak, dan sedekah secara terintegritas. Oleh sebab itu, diharapkan agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung dapat melaksanakan peran dan fungsinya. Untuk tingkat kabupaten/kota se-Lampung supaya melaksanakan kegiatan serupa.

Berita terkait: Zakat Fitrah Online Lebih Praktis dan Aman di Masa Pandemi

Peran Badan Pelaksana Baznas di masing-masing tingkatan bertugas menerima dan menyalurkan zakat fitrah tersebut kepada mustahik sebelum Hari Raya Idulfitri. Sedangkan zakat profesi/mal dan infak di Bulan Ramadan agar dihimpun terlebih dahulu. Para badan pelaksana (Baznas) kabupaten/kota melaporkan pelaksanaan, penerimaan, dan penyaluran zakat fitrah/profesi/mal, infak, dan sedekah sesuai dengan tingkat daerah masing-masing.

Untuk tingkat provinsi ke gubernur Lampung, Kementerian Agama, dan Baznas Pusat. Kemudian tingkat kabupaten/kota ke bupati/wali kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, dan Baznas provinsi. Sementara tingkat kecamatan ke kecamatan, Kementerian Agama kabupaten/kota, dan Baznas kabupaten/kota. 

Untuk tertib dan terkoordinasi pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah/profesi/mal, infak, dan sedekah Bulan Ramadan dimaksud diminta kepada pimpinan instansi unit kerja selaku unit pengumpul zakat (UPZ), untuk dinas/instansi yang belum membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) diharapkan segera mengusulkan pengurusnya kepada Baznas daerah masing-masing sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. 

Nilai standar zakat fitrah untuk tahun 1441 H/2020 M disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, yaitu 2,5 kg x Rp15 ribu = Rp37.500. Suami-istri = 2 x Rp37.500 = Rp75 ribu, dan menyetorkan hasilnya kepada Sekretariat Baznas provinsi, kabupaten/kota masing-masing. Zakat profesi/mal 2,5% dari penghasilan setiap bulan yang dikumpulkan masing masing bendahara/UPZ untuk dapat disampaikan kepada Sekretariat Baznas atau rekening Baznas provinsi, kabupaten/kota masing-masing.

Infak bulan Ramadan untuk tahun 1441 H/2020 M diminta dari setiap pegawai/karyawan yang beragama Islam yang berkemampuan dan disetorkan UPZ ke Sekretariat Baznas atau rekening Baznas masing-masing dengan nilai bervariasi, sebagai rincian: a) eselon I dan II Rp50 ribu. b) eselon III Rp25ribu. c) eselon IV Rp15 ribu. d) staf Rp10 ribu. dan e) karyawan swasta menyesuaikan.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar